Kurikulum merdeka membawa beragam inovasi. Salah satu perubahan yang signifikan adalah pada sistem penilaiannya. Para guru tidak lagi merujuk pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Kini, mereka beralih ke KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). KKTP kurikulum merdeka menjadi acuan untuk menilai keberhasilan murid.

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) berbeda dari KKM. KKM menggunakan angka tetap seperti 75. Sedangkan Ia berlandaskan deskripsi kriteria. Para guru menetapkan level pencapaian murid. Tingkatan tersebut bisa berupa berkembang, cakap, atau mahir. Masing-masing tingkatan mempunyai indikator yang berbeda.
KKTP kurikulum merdeka lebih bersifat fleksibel dan berorientasi pada aspek kemanusiaan. Guru bisa menyesuaikan dengan kondisi belajar murid. Sekolah juga mempunyai kewenangan dalam menentukan kriteria. Meskipun demikian, prinsip utama tetap mendukung murid. Ia mengarahkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Setiap murid dihargai atas aktivitas pembelajarannya.
KKTP kurikulum merdeka dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran. Setiap tujuan pembelajaran bisa terdiri dari beberapa kriteria. Kriteria ini mencerminkan kemampuan yang diharapkan. Sebelum pelajaran dimulai, guru membuatnya. Proses asesmen pun jadi lebih mudah. Hasil pencapaian murid dinyatakan dalam bentuk deskripsi kualitatif. Ini mempermudah orang tua dalam memahami kemajuan anak.
Sekolah tidak lagi hanya menjumlahkan nilai rata-rata. Fokus utama adalah pada pemahaman dan keterampilan murid. Dengan demikian, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sangat sesuai dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah mempunyai karakteristik yang unik. Pelajaran tersebut mengarahkan murid untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Selain itu, murid juga belajar memahami hadis-hadis Nabi. Untuk kelas 4 fase B, terdapat capaian pembelajaran yang spesifik. Anak-anak berusia 9-10 tahun berada dalam fase ini. Mereka mulai mampu berpikir secara logis dan terstruktur. Namun, mereka masih memerlukan bimbingan yang jelas. Oleh karena itu, pembuatan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka harus dilakukan dengan hati-hati.
Prioritas utama dalam pembelajaran adalah aspek membaca Al-Qur’an. Murid harus bisa melafalkan huruf hijaiyah dengan cara yang benar. Mereka juga perlu memahami tajwid dasar. Selanjutnya, penghafalan surat-surat pendek sangat krusial. Umumnya, murid kelas 4 menghafal surat dari Al-Insyirah hingga Al-Ma’un. Kemudian, pemahaman makna dari ayat-ayat juga dijadikan sasaran. Murid diarahkan mengambil hikmah dari setiap bacaan yang mereka lakukan. Juga, hadis berkaitan dengan perilaku baik harus diajarkan. Contohnya adalah hadis tentang kejujuran dan amanah. Terakhir, murid harus diajarkan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an dengan tepat. Semua aspek ini harus tercermin dalam KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka yang dibuat.
Proses perumusan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka memerlukan pendekatan yang sistematis. Pertama, guru perlu menganalisis tujuan pembelajaran. Kedua, guru menetapkan indikator ketercapaian. Ketiga, guru harus membuat deskripsi kriteria. Keempat, jika perlu, guru menetapkan rentang nilai. Namun, penting untuk diingat bahwa ia bersifat kualitatif. Berikut adalah contoh perumusan yang dapat digunakan.
Selain itu, KKTP kelas 4 juga mencakup aspek sikap. Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter baik. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan kriteria sikap seperti kejujuran dan tanggung jawab. Misalnya, saat murid menghafal surat pendek, guru mengevaluasi kesungguhan dan ketekunan mereka. Ini sejalan dengan dimensi profil lulusan.
Implementasi KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka memerlukan perencanaan yang teliti. Pertama, guru harus memperkenalkannya kepada murid pada awal aktivitas belajar. Murid perlu mengetahui tujuan yang hendak dicapai. Ini akan menambah semangat belajar mereka. Kedua, guru sebaiknya menggunakan beragam metode penilaian. Penilaian tidak hanya sebatas ujian tertulis. Observasi, tugas, dan portofolio juga sangat bermanfaat. Ketiga, guru harus memberikan umpan balik secara rutin. Umpan balik ini berguna bagi murid untuk memperbaiki kelemahan mereka.
Selanjutnya, guru bisa menerapkan teknik penilaian yang berbeda-beda. Setiap murid mempunyai kecepatan belajar yang bervariasi. Ada yang cepat mencapai tingkat mahir, sementara yang lain mungkin masih dalam tahap berkembang. Guru tidak perlu memaksakan keseragaman di antara murid. Yang terpenting adalah setiap murid bisa menunjukkan kemajuan. Kemudian, guru mencatat pencapaian murid dalam rapor. Rapor dalam kurikulum merdeka ditulis dengan deskripsi, bukan angka. Deskripsi tersebut merujuk pada KKTP kelas 4 yang sudah ditentukan.
Di sisi lain, orang tua juga harus memahaminya. Sekolah bisa mengadakan sosialisasi sederhana. Pastikan untuk menjelaskan bahwa KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka tidak membandingkan satu murid dengan yang lain. Fokus utamanya adalah pada perkembangan individual setiap anak. Orang tua juga bisa mendukung aktivitas pembelajaran di rumah. Misalnya, membantu anak dalam menghafal surat pendek atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an mereka. Dengan kerjasama yang baik, pencapaian tujuan pembelajaran akan lebih maksimal.
Tidak bisa dipungkiri, ada sejumlah tantangan dalam membuat KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka. Pertama, guru biasanya sudah terbiasa dengan sistem penilaian angka. Peralihan ke deskripsi kualitatif memerlukan penyesuaian. Solusinya, sekolah harus mengadakan pelatihan yang mendalam. Kehadiran narasumber berpengalaman akan sangat membantu. Kedua, merumuskan indikator yang mudah dilaksanakan itu sulit. Guru harus memikirkan bukti nyata dari indikator tersebut. Solusinya, buatlah indikator dalam bentuk kalimat kerja. Contohnya: “menyebutkan”, “membedakan”, “menunjukkan”.
Ketiga, beban administrasi menjadi lebih berat. Setiap tujuan pembelajaran mempunyai KKTP kelas 4 masing-masing. Jumlah tujuan pembelajaran bisa mencapai puluhan. Solusinya, ringankan dengan mengelompokkan kompetensi yang sejenis. Gunakan rubrik yang sama untuk beberapa tujuan. Keempat, ada kekhawatiran dari orang tua. Mereka merasa rapor menjadi kurang jelas. Solusinya, buatlah deskripsi yang jelas dan mudah dipahami. Hindari penggunaan istilah yang rumit. Gunakan bahasa yang sopan namun tetap profesional.
Akhirnya, ada tantangan yang datang dari murid itu sendiri. Beberapa murid sudah terbiasa dengan penilaian angka. Mereka kurang merasa termotivasi tanpa angka tersebut. Solusinya, guru harus menjelaskan filosofi KKTP kurikulum merdeka dengan baik. Tunjukkan bahwa deskripsi itu mempunyai makna yang lebih dalam. Berikan contoh hasil belajar murid melalui portofolio. Dengan cara tersebut, murid akan lebih memahami aktivitas pembelajarannya.
Download KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran merupakan elemen penting dalam kurikulum merdeka. Pembuatan KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B harus dilakukan dengan hati-hati. Aspek membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan perlu mendapatkan perhatian utama. Akhir kata, mari kita realisasikan KKTP kurikulum merdeka dengan penuh tanggung jawab. Semoga generasi Qur’ani di Madrasah Ibtidaiyah bisa berkembang melalui aktivitas pembelajaran yang bermakna.