Komponen berikutnya dalam KKTP kurikulum merdeka ialah teknik asesmen. Guru perlu memilih teknik berdasarkan kompetensi yang ingin diukur, seperti observasi, tes tertulis, tes lisan, praktik, proyek, portofolio, atau penugasan. Asesmen formatif bisa menggunakan observasi dan umpan balik, sedangkan asesmen sumatif menggunakan tes, laporan, proyek, atau portofolio. Dalam Fikih kelas 3 MI, pemilihan teknik harus sesuai materi, dengan tes tertulis untuk pengetahuan, tes lisan untuk menjelaskan, dan praktik untuk keterampilan ibadah. Akhirnya, guru mudah menggunakan beberapa teknik sekaligus untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang proses penguasaan kompetensi.
KKTP Fikih kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka juga perlu menunjukkan tingkat pencapaian murid. Guru mudah menggunakan kategori perkembangan sesuai kebutuhan. Kategori tersebut membantu guru melihat posisi kemampuan murid. Guru kemudian bisa menentukan langkah pembelajaran berikutnya. Murid yang sudah cakap bisa memperoleh kegiatan pengayaan. Murid yang belum mencapai kriteria bisa memperoleh penguatan.
Tingkat pencapaian tidak harus selalu berupa angka. Guru mudah menggunakan deskripsi yang menggambarkan kemampuan. Misalnya, murid “mampu menjelaskan dengan tepat”. Guru juga bisa menulis “mampu mempraktikkan dengan sedikit bimbingan”. Deskripsi tersebut memberikan informasi yang lebih konkret. Karena itu, guru mudah menggunakannya sebagai dasar pemberian umpan balik.
Komponen bukti pendukung membantu guru Fikih di Madrasah Ibtidaiyah memastikan hasil penilaian berdasarkan yang jelas. Bukti bisa berupa lembar kerja, hasil tes, catatan observasi, video praktik, atau produk murid, yang dipilih sesuai karakter kegiatan. Bukti tidak harus selalu dokumen panjang; guru hanya perlu menyimpan yang relevan. Dalam praktik, lembar observasi bisa digunakan sebagai bukti utama, mencatat aspek yang sudah dikuasai dan kesalahan yang perlu diperbaiki. Jika ada sistem dokumentasi digital, bukti bisa disimpan secara elektronik. Bukti juga berguna untuk refleksi. Membolehkan guru membandingkan hasil belajar dari waktu ke waktu dan mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran.
Komponen Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) terakhir yang sangat penting ialah tindak lanjut. Hasil KKTP kelas 3 harus memberikan arah untuk kegiatan pembelajaran berikutnya. Guru perlu menentukan tindakan berdasarkan bukti yang diperoleh. Murid yang belum mencapai kriteria membutuhkan penguatan, sementara yang sudah mencapai tujuan bisa memperoleh pengayaan. Asesmen merupakan bagian dari pembelajaran dan memberikan informasi untuk mendesain atau memperbaiki pembelajaran. Dalam Fikih kelas 3 MI, tindak lanjut bisa berbentuk latihan ulang, demonstrasi tambahan, dan latihan kelompok kecil. Tindak lanjut juga bisa berupa pengayaan, seperti tugas menantang dan menjelaskan materi kepada teman, untuk memperkuat pemahaman dan melatih komunikasi.
Download KKTP Fikih kelas 3 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Komponen KKTP Fikih kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka bukan sekadar daftar administratif. Setiap komponen mempunyai fungsi dalam membantu guru memahami perkembangan murid. Selanjutnya, tujuan memberikan arah. Kemudian, indikator memberikan bukti. Sesudah itu, kriteria memberikan standar ketercapaian. Setelah itu, asesmen mengumpulkan bukti. Terakhir, tindak lanjut mengubah hasil asesmen menjadi tindakan pembelajaran. Akhirnya, jika semua komponen tersebut tersusun secara selaras, maka, KKTP kurikulum merdeka mudah menjadi alat yang praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah.