Kurikulum merdeka telah membawa nuansa baru sekaligus tantangan dalam sektor pendidikan di Indonesia. Salah satu perubahan utama yang dihadirkan adalah pemikiran baru mengenai penilaian, yang berpindah dari sekedar menghafal menjadi fokus pada pemahaman yang mendalam serta pengembangan kemampuan.

Dalam konteks ini, istilah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, atau disingkat KKTP, menjadi elemen penting yang harus dimengerti dan diterapkan dengan benar oleh para guru, terutama dalam pelajaran Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka.
Penting untuk memahami perbedaan antara Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan KKM. KKM berfokus pada nilai batas untuk semua murid, sedangkan KKTP kurikulum merdeka adalah kriteria untuk menentukan apakah murid mencapai pemahaman yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran.
Dalam kurikulum merdeka, pembelajaran didasarkan pada Capaian Pembelajaran yang diturunkan menjadi tujuan pembelajaran. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) berfungsi sebagai arahan untuk menilai pencapaian murid. Fokus KKTP kurikulum merdeka adalah pada kompetensi individu, bukan perbandingan antar murid, sesuai dengan filosofi bahwa setiap anak unik dan mempunyai jalur belajar berbeda.
Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D tidak hanya merupakan pelajaran tentang pengoperasian komputer atau mengetik. Ini adalah sebuah disiplin yang mengajarkan murid untuk berpikir secara komputasional, menyelesaikan masalah, dan membuat solusi inovatif berbasis teknologi. Materi yang diajarkan mencakup berbagai aspek seperti Berpikir Komputasional (BK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sistem Komputer (SK), Jaringan Komputer dan Internet (JKI), Analisis Data (AD), Algoritma dan Pemrograman (AP), serta Dampak Sosial Informatika (DSI). Melihat kerumitan materi tersebut, KKTP Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka menjadi sangat penting karena:
KKTP kurikulum merdeka yang dibuat dengan baik memberikan arahan yang jelas untuk guru dan murid mengenai “seberapa jauh” dan “seperti apa” pemahaman yang perlu dicapai. Sebagai contoh, dalam materi pemrograman, kriteria tidak hanya mencakup “murid harus bisa menulis kode”, tetapi juga bisa lebih terperinci seperti “murid harus mampu menulis kode program yang menggunakan struktur pengulangan untuk menyelesaikan masalah yang sehari-hari”.
Dengan KKTP kelas 9 SMP/MTs yang berorientasi pada indikator pemahaman dan penerapan, guru diarahkan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih mendalam. Murid tidak hanya diminta untuk menghafal sintaks dari bahasa pemrograman, namun didorong untuk memahami logika yang mendasari dan menerapkannya dalam berbagai konteks.
KKTP Informatika kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka membolehkan para guru untuk mengamati tahap belajar masing-masing murid. Beberapa murid mungkin cepat mencapainya, sedangkan yang lain mungkin memerlukan waktu lebih lama. Dengan data dari kriteria tersebut, guru bisa memberikan intervensi, penambahan materi, atau pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan murid.
KKTP kelas 9 menjadi landasan kuat untuk memberikan umpan balik. Guru tidak hanya memberikan nilai seperti “70” atau “80”, tetapi bisa menjelaskan, “Kamu sudah baik dalam menerangkan konsep variabel, namun kita perlu berlatih lagi untuk menerapkannya pada kasus yang lebih kompleks.”
Pembuatan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) harus dilakukan dengan bijaksana dan kontekstual. Tidak ada rumus tetap yang kaku, namun terdapat beberapa pendekatan yang bisa diterapkan oleh guru, baik secara individu maupun dalam kelompok belajar (seperti MGMP). Berikut ini adalah langkah-langkah dan metode dalam membuat KKTP Informatika kelas 9 fase D kurikulum merdeka:
Langkah pertama adalah memperhatikan CP fase D pada pelajaran Informatika kelas 9. CP adalah kompetensi yang ingin dicapai di akhir fase (kelas 7-9). Guru perlu mengaitkan CP tersebut dengan Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik untuk kelas 9 SMP/MTs.
Tentukan metode yang akan dipakai untuk menilai pencapaian setiap TP. Apakah dengan tes tertulis, pengamatan praktik, proyek, portofolio, atau presentasi? Pemilihan teknik penilaian harus sesuai dengan karakteristik masing-masing TP. Sebagai contoh, untuk TP yang menyangkut “menjelaskan fungsi setiap bagian dalam sistem komputer”, tes tertulis mungkin sudah mencukupi. Namun, untuk TP yang berbunyi “membuat program animasi sederhana”, penilaian melalui proyek atau portofolio mungkin lebih tepat.