Membuat KKTP PJOK kelas 5 SD/MI fase C merupakan suatu kegiatan yang lebih dari sekedar administrasi. Ini merupakan proses strategis yang menetapkan arah pembelajaran sekaligus kualitas evaluasi yang dilakukan oleh guru. Jika KKTP kurikulum merdeka dibuat dengan baik, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih terarah, terukur, dan benar-benar bermakna untuk murid.

Apa saja langkah-langkah yang sistematis dalam pembuatan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)? Mari kita bahas langkah demi langkah secara jelas dan praktis.
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah memahami Capaian Pembelajaran (CP) untuk fase C dalam konteks kurikulum merdeka. CP menjadi dasar yang sangat penting, karena mengandung kompetensi akhir yang perlu dicapai oleh murid.
Dalam PJOK kelas 5 SD/MI, CP fase C meliputi penguasaan berbagai variasi dan kombinasi gerakan dasar, penerapan prinsip kebugaran jasmani, serta pengembangan sikap sportif dan tanggung jawab. Guru perlu membaca CP dengan seksama, tidak hanya melihat sekilas.
Ajukan pertanyaan pada diri sendiri:
Dengan pemahaman CP yang mendalam, guru bisa membuat arah pembelajaran dengan jelas.
Setelah memahami CP, langkah selanjutnya adalah menganalisis Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP merinci CP ke dalam tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan operasional.
Pada tahap ini, proses mulai terlihat lebih konkret. Contohnya, untuk materi permainan bola besar, tujuan pembelajaran bisa dinyatakan: “Murid dapat melakukan kombinasi gerakan dasar manipulatif dalam permainan sepak bola dengan benar dan sportif.”
Tujuan tersebut perlu dianalisis:
ATP membantu guru memahami perkembangan belajar murid dari awal hingga akhir.
Tidak semua aspek dalam pembelajaran memiliki tingkat kepentingan yang sama. Guru perlu menentukan kompetensi esensial yang harus dikuasai oleh murid.
Untuk PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) kelas 5 SD/MI, kompetensi esensial sering kali mencakup:
Mengapa penting untuk mengidentifikasi kompetensi esensial? Karena KKTP kelas 5 seharusnya berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting untuk keberhasilan pembelajaran. Tanpa proses pemilihan tersebut, kriteria yang dihasilkan bisa menjadi terlalu luas dan sulit untuk dinilai.
Setelah menetapkan kompetensi esensial, langkah selanjutnya adalah membuat indikator ketercapaian. Indikator harus mempunyai sifat spesifik, terukur, dan realistis.
Contoh indikator dalam PJOK kelas 5 SD/MI fase C:
Perhatikan bahwa indikator harus jelas dan konkret. Hindari frasa seperti “murid memahami permainan sepak bola.” Lebih baik menggunakan indikator yang bisa diamati langsung.
Indikator yang terdefinisi dengan baik akan membantu dalam pembuatan rubrik penilaian.
KKTP kurikulum merdeka tidak hanya berbentuk angka. Ia lebih menekankan pada deskripsi tingkat penguasaan murid. Oleh karena itu, guru perlu membuat kategori pencapaian.
Kategori ini biasanya dibagi menjadi:
Setiap kategori perlu disertai dengan penjelasan yang jelas. Contohnya:
Penjelasan tersebut membantu guru untuk melakukan penilaian secara objektif sambil memberikan umpan balik yang membangun.
Rubrik penilaian adalah sarana penting dalam KKTP PJOK kelas 5 fase C kurikulum merdeka. Tanpa ada rubrik ini, penilaian bisa saja menjadi subjektif.
Rubrik penilaian biasanya mencakup:
Dalam PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan), alat penilaian sangat berguna karena proses penilaian sering kali dilakukan melalui observasi praktik. Dengan adanya rubrik tersebut, guru mempunyai acuan yang konsisten untuk seluruh murid.
Bayangkan bila tidak tersedia rubrik penilaian. Penilaian bisa jadi hanya didasarkan pada pandangan sesaat. Rubrik penilaian memastikan bahwa setiap penilaian bersifat adil dan transparan.
Setelah kriteria dan rubrik penilaian selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah memilih teknik asesmen yang tepat. Dalam PJOK kelas 5 SD/MI, teknik asesmen bisa meliputi:
Alat asesmen harus sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Jangan sampai indikator praktik hanya dinilai melalui tes tertulis. Kesesuaian antara indikator dan alat menjadi penting untuk menjaga akurasi dalam penilaian.