Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) berfungsi sebagai alat ukur atau indikator yang digunakan untuk menilai apakah seorang murid telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Dalam konteks mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas 9 SMP/MTs fase D, pemahaman menyeluruh mengenai KKTP kurikulum merdeka bukan hanya mempermudah guru dalam membuat aktivitas belajar yang efektif, tetapi juga membantu murid memahami kompetensi yang mesti mereka kuasai.
Sebelum kita bisa membuat KKTP PJOK kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka, langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan pembelajaran yang jelas dan terperinci. Tujuan pembelajaran tersebut bersumber dari Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam CP fase D PJOK kelas 9 SMP/MTs, terdapat berbagai elemen penting, seperti keterampilan fisik, pengetahuan tentang gerakan, pemanfaatn gerakan, serta pengembangan karakter dan nilai-nilai. Sebagai contoh, dari CP mengenai permainan invasi, kita bisa membuat tujuan pembelajaran, “Murid dapat menerapkan variasi dan kombinasi gerak spesifik dalam permainan bola basket dengan menunjukkan kerja sama tim yang baik.” Meskipun tujuan tersebut cukup jelas, penting untuk memecahnya menjadi indikator yang lebih terukur untuk dijadikan KKTP kelas 9.
Ranah psikomotor adalah inti dari pembelajaran PJOK kelas 9 SMP/MTs. Di sini, kita mengukur kemampuan murid dalam melakukan gerakan. Mari kita gunakan contoh tujuan pembelajaran di atas yang berkaitan dengan bola basket. Untuk ranah psikomotor, kita bisa membuat beberapa indikator KKTP kurikulum merdeka.
Kita juga perlu menjelaskan setiap indikator dengan lebih spesifik. Misalnya, untuk indikator dribbling, kita bisa menguraikannya: “Murid dapat menggiring bola zig-zag melewati 5 cone tanpa kehilangan kendali atas bola dan tanpa melanggar aturan (double dribble).” Dengan deskripsi yang rinci, penilaian akan lebih objektif.
Selain bisa melakukan gerakan, murid juga perlu memahami alasan dan cara melakukan gerakan tersebut. Ranah kognitif menekankan pemahaman tentang konsep, strategi, dan aturan. Masih menggunakan contoh bola basket, beberapa indikator KKTP PJOK kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka untuk ranah kognitif bisa dibuat sebagai berikut:
Kita bisa mengukur indikator tersebut melalui ujian lisan, kuis tertulis, atau tugas seperti membuat video analisis gerakan. Pengetahuan tersebut penting karena menjadi dasar bagi murid untuk bermain dengan cerdas dan sportif.
Tak kalah pentingnya adalah aspek afektif. Nilai-nilai seperti sportivitas, kolaborasi, disiplin, dan tanggung jawab merupakan inti dari Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Kita harus membuat KKTP kurikulum merdeka yang bisa mengakomodasi perkembangan sikap-sikap tersebut. Contoh indikatornya sebagai berikut:
Untuk menilai aspek tersebut, kita bisa memanfaatkan observasi harian, jurnal sikap, atau asesmen sesama teman. Catatan anekdotal juga sangat berguna untuk mendokumentasikan perilaku-perilaku spesifik yang tampak dari murid.
Setelah kita mempunyai indikator dari ketiga aspek, langkah selanjutnya adalah membuat alat penilaian seperti rubrik. Rubrik berfungsi sebagai acuan yang menjelaskan kriteria untuk menilai kinerja. Kita bisa membuat rubrik dengan tingkat-tingkat seperti Belum Berkembang, Mulai Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, dan Sangat Berkembang, lengkap dengan deskripsi untuk masing-masing tingkat. Contohnya, untuk indikator menggiring bola, disediakan deskripsi untuk setiap tingkat. Rubrik tersebut digunakan untuk mengamati praktik murid.
Di samping rubrik deskriptif, kita juga bisa memakai pendekatan lain sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi. Pendekatan yang kedua adalah menggunakan kriteria “Ya-Tidak”. Pendekatan tersebut lebih sederhana, di mana kita bisa membuat daftar cek untuk indikator. Murid dianggap memenuhi tujuan pembelajaran apabila seluruh atau sebagian besar indikator berhasil dipenuhi.
Pendekatan ketiga adalah memberi interval nilai. Misalnya, kita menetapkan nilai minimal 75 dari 100 sebagai batas pencapaian. Namun, pendekatan interval tersebut perlu dilengkapi dengan deskripsi kompetensi supaya tidak hanya menghasilkan angka semata.
Di kelas 9 SMP/MTs fase D, kombinasi antara rubrik deskriptif untuk keterampilan kompleks dan checklist untuk sikap dasar sering dijadikan pilihan yang efektif.