Guru perlu menggunakan KKTP Seni Musik kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka sebagai alat untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) tidak seharusnya hanya muncul ketika guru melakukan penilaian akhir. Sebaliknya, guru mudah menggunakannya sejak tahap perencanaan hingga tahap refleksi.

Dengan strategi yang tepat, KKTP kurikulum merdeka membantu guru memahami perkembangan kompetensi murid. Kriteria tersebut membuat target pembelajaran jelas dan murid paham kemampuan yang harus dikuasai. Dalam pembelajaran Seni Musik kelas 12 SMA/MA, proses latihan dan refleksi juga menunjukkan perkembangan. Guru perlu menggunakannya secara fleksibel. Asesmen harus jadi bagian dari pengalaman belajar.
Strategi pertama ialah menyelaraskan KKTP Seni Musik kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka dengan tujuan pembelajaran. Guru perlu memastikan bahwa setiap kriteria terkait langsung dengan kemampuan yang ingin dicapai. Jika tujuan pembelajaran adalah membuat karya musik, guru harus menilai proses dan hasil penciptaan. Sebaliknya, jika tujuan adalah menganalisis karya, guru harus menyediakan bukti berupa analisis terstruktur. Ini membantu guru menghindari penilaian yang terlalu luas dan murid mudah memahami kriteria yang digunakan. Pembuatan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) harus dimulai dari tujuan pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan. Guru bisa memakai pertanyaan sederhana untuk membuat kriteria, seperti kemampuan yang harus ditunjukkan murid dan bukti apa yang diperlukan, sehingga KKTP kelas 12 lebih mudah digunakan dalam pembelajaran.
Guru harus menjelaskan KKTP kurikulum merdeka kepada murid sebelum penilaian. Ini membantu murid memahami standar keberhasilan dari awal, sehingga mereka tidak perlu menebak aspek yang dinilai. Guru bisa menjelaskan kriteria dengan contoh karya atau rubrik sederhana, seperti menampilkan contoh permainan musik dengan kualitas berbeda. Kegiatan tersebut membuat kriteria lebih konkret dan mudah dipahami, serta membantu murid belajar menilai kualitas musik. Selain itu, murid menjadi lebih bertanggung jawab dan mudah memantau perkembangan sendiri. KKTP kelas 12 berfungsi sebagai peta perjalanan belajar di Seni Musik, yang memerlukan latihan bertahap.
Guru mudah menggunakan KKTP Seni Musik kelas 12 fase F kurikulum merdeka sebagai pedoman ketika mengamati kegiatan murid. Observasi menjadi penting karena banyak kompetensi Seni Musik muncul selama proses. Pengajar bisa mengamati cara murid berlatih, bekerja sama, mengeksplorasi bunyi, dan menyelesaikan masalah musikal. Karena itu, guru tidak harus menunggu pertunjukan akhir untuk menilai kemampuan. Guru bisa mencatat perkembangan selama beberapa pertemuan. Catatan tersebut kemudian menjadi bukti tambahan dalam menentukan kriterian ketercapaian tujuan pembelajaran.
Misalnya, murid sedang mengikuti kegiatan ansambel. Guru bisa mengamati ketepatan tempo, kemampuan mengikuti aba-aba, keseimbangan suara, dan kerja sama. Pendidik juga bisa melihat kemampuan murid merespons kesalahan selama latihan. Jika murid mampu memperbaiki kesalahan setelah menerima masukan, maka kemampuan tersebut dapat menjadi bukti perkembangan. Dengan demikian, guru memperoleh gambaran yang lebih lengkap. Penilaian tidak hanya bergantung pada performa selama satu kesempatan. Strategi tersebut juga membuat hasil asesmen lebih adil karena guru mempertimbangkan proses perkembangan.
KKTP Seni Musik kelas 12 fase F kurikulum merdeka akan lebih bermanfaat jika guru memberikan umpan balik yang spesifik dan tidak hanya menyampaikan nilai. Nilai tanpa penjelasan tidak menunjukkan bagian yang perlu diperbaiki. Guru sebaiknya menggunakan indikatornya untuk menjelaskan kekuatan dan kelemahan murid. Misalnya, meskipun permainan murid sudah stabil, dinamika mungkin masih kurang sesuai. Umpan balik yang tepat waktu penting supaya murid mudah memperbaiki kompetensi sebelum akhir semester. Pendidik mudah memberikan masukan selama latihan, membuat siklus belajar yang efektif: KKTP kelas 12 → praktik → umpan balik → perbaikan → praktik kembali. Kesalahan bukan akhir, tetapi peluang untuk meningkatkan kualitas performa.