KKTP SKI Kelas 3 MI Fase B Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka muncul sebagai suatu inovasi dalam dunia pendidikan. Kurikulum tersebut memberikan keleluasaan untuk para guru dan murid. Meski demikian, keleluasaan tersebut tetap memerlukan panduan yang jelas.

KKTP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas 3

Salah satu pedoman yang penting adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Para guru harus memahami KKTP kurikulum merdeka dengan baik. Ia berfungsi untuk menilai keberhasilan belajar para murid.

Memahami KKTP SKI Kelas 3 Fase B dalam Kurikulum Merdeka

Tujuan Pembelajaran SKI Kelas 3 Fase B

Kurikulum merdeka telah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP). Untuk fase B SKI kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI), CP meliputi beberapa hal yang harus dipahami murid. Diharapkan murid mengenali tokoh-tokoh dalam Islam, seperti Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, dan para ulama. Selanjutnya, murid diharapkan memahami sejarah munculnya Islam, termasuk peristiwa Tahun Gajah dan kelahiran Nabi.

Selain itu, mereka juga belajar mengenai akhlak baik yang dirujuk melalui kisah-kisah sejarah. Khusus untuk kelas 3, fokus pada masa kecil Nabi serta masa remajanya hingga menjadi rasul. Ada pula materi mengenai pengembangan masyarakat di Madinah. Setiap tema mempunyai tujuan pembelajaran (TP) yang berbeda-beda. Guru harus menguraikan CP menjadi beberapa TP. Setelah itu, barulah guru membuat KKTP SKI kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka dari masing-masing TP.

Aspek Sikap dalam KKTP SKI Kelas 3

Sejarah Kebudayaan Islam sangat mementingkan sikap. Murid tidak hanya perlu mengetahui ceritanya, tetapi juga harus mencontoh tokoh-tokoh tersebut. Misalnya, mengenai kejujuran Nabi Muhammad. Oleh karena itu, TP bisa dinyatakan sebagai: “Murid memperlihatkan sikap jujur dalam aktivitas sehari-hari.” Bagaimana cara mengukur pencapaiannya? Lakukan observasi secara harian. Guru bisa mencatat perilaku murid. Kriteria ketercapaian untuk sikap bersifat kualitatif.

  • Indikator yang digunakan adalah seberapa sering murid bersikap jujur.
  • Sejauh mana konsistensi sikap tersebut.
  • Tingkat kesadaran yang muncul tanpa paksaan.

Buatlah deskripsi seperti ini. Untuk level “mulai berkembang”: “Murid terkadang bersikap jujur jika diingatkan.” Level “sesuai harapan”: “Murid selalu bersikap jujur dalam berbagai situasi.” Level “sangat baik”: “Murid menjadi contoh kejujuran bagi teman-temannya.”

Selanjutnya, guru mendokumentasikan dalam jurnal. Proses tersebut memerlukan waktu. Namun, hasilnya sangat berharga untuk pengembangan karakter.

Cara Membuat KKTP SKI Kelas 3 Fase B yang Praktis

Banyak guru merasa kesulitan dalam membuat KKTP SKI kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka. Padahal, prosesnya cukup sederhana. Ikuti langkah-langkah berikut dengan berurutan.

  1. Catat semua TP dari modul ajar kurikulum merdeka.
  2. Analisis masing-masing jenis kompetensi TP. Apakah itu pengetahuan, keterampilan, atau sikap?
  3. Tentukan indikator yang dapat diukur. Indikator harus mudah diamati dan dicatat.
  4. Buat deskripsi untuk minimal tiga tingkatan. Gunakan kata kerja yang jelas.
  5. Diskusikan dengan rekan sejawat. Validasi bersama akan menjadikan KKTP kelas 3 lebih baik.
  6. Lakukan uji coba di kelas. Lakukan revisi apabila ada indikator yang tidak tepat. Jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Tantangan dalam Implementasi

Tentu saja ada beberapa tantangan dalam menerapkan KKTP SKI kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah fase B kurikulum merdeka.

  • Tantangan yang pertama adalah waktu. Guru perlu banyak mengamati setiap murid. Kelas 3 biasanya terdiri dari 20-30 murid. Mengamati secara individual memerlukan tenaga lebih.
  • Tantangan kedua adalah konsistensi. Dua guru mungkin memberikan penilaian yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa muncul terutama pada aspek sikap. Solusinya adalah dengan membuat rubrik yang sangat detail. Di samping itu, adakan pertemuan kalibrasi antar guru.
  • Tantangan ketiga adalah pengumpulan dokumentasi. Bukti pencapaian perlu disimpan dengan rapi. Foto, video, atau karya murid harus dikumpulkan.

Namun, semua tantangan tersebut masih mudah diatasi. Guru bisa memanfaatkan teknologi sederhana seperti memotret hasil kerja murid dan memberi label sesuai dengan level KKTP kelas 3. Berlatihlah secara bertahap, tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus.

Integrasi dengan Asesmen Sumatif dan Formatif

KKTP kurikulum merdeka bisa digunakan untuk dua jenis penilaian.

  1. Asesmen formatif yang dilakukan setiap hari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran. Guru memberikan umpan balik langsung berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Contohnya, “Kisahmu sudah baik, tetapi tambahkan nama tokoh.”
  2. Asesmen sumatif yang dilakukan di akhir bab atau semester. Pada asesmen sumatif, guru mengumpulkan seluruh bukti. Lalu, guru menarik kesimpulan mengenai tingkat pencapaian akhir. Misalnya, murid mencapai tingkat “sesuai harapan” dalam tiga TP, sementara satu TP masih dalam tahap “berkembang”.

Kesimpulan akhir bisa dituliskan di rapor. Gunakan kalimat deskriptif seperti ini: “Ananda sudah bisa menceritakan kisah nabi. Namun, perlu latihan untuk mengingat nama-nama sahabat.” Jangan lupa untuk menambahkan rekomendasi tindak lanjut. Dengan cara tersebut, penilaian menjadi sebuah dialog, bukan sekadar keputusan.

Pages: 1 2
You might also like
KKTP Seni Musik Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Seni Musik Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 11 MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 11 MA Fase F Kurikulum Merdeka

KKTP Al-Qur’an Hadis Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Al-Qur’an Hadis Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes SKI Kelas 3 MI Fase B Kurikulum Merdeka

Promes SKI Kelas 3 MI Fase B Kurikulum Merdeka

KKTP Bahasa Arab Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka

KKTP Bahasa Arab Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka

KKTP Matematika Tingkat Lanjut Kelas 12 SMA/MA Fase F

KKTP Matematika Tingkat Lanjut Kelas 12 SMA/MA Fase F