Tantangan utama dalam menerapkan modul ajar SD ini meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan bagi guru, serta kebutuhan untuk beradaptasi dengan keanekaragaman kebutuhan siswa.
Guru dapat mengembangkan modul ajar IPAS kelas 5 yang relevan dengan konteks lokal, melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung.
Modul ajar merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan, khususnya dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang bermakna dan efektif. Dalam konteks IPAS kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka, modul ajar tersebut berfungsi sebagai alat yang tak tergantikan bagi para guru dan siswa.