Pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai salah satu materi religius mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam pengembangan karakter dan spiritual siswa. Oleh karena itu, penting untuk menyusun Program Semester (Promes) yang terencana dengan baik supaya kegiatan belajar mengajar berlangsung secara sistematis dan terukur. Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan dalam mengatur pembagian waktu, urutan materi, serta strategi penilaian. Dengan adanya Promes Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs, guru bisa mengawasi kemajuan kompetensi siswa secara teratur dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kondisi kelas.

Struktur Promes Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs fase D dalam kurikulum merdeka disusun sedemikian rupa supaya pembelajaran berlangsung sesuai rencana, terukur, dan fleksibel berdasarkan kebutuhan siswa.
Promes kurikulum merdeka dirancang dengan mempertimbangkan durasi efektif satu semester, yang biasanya berlangsung sekitar 18–20 minggu. Setiap minggu dialokasikan minimal 2 jam pelajaran (JP) khusus untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs. Waktu tersebut bisa disesuaikan oleh guru sesuai dengan perkembangan kelas, dengan catatan total JP per semester tetap terpenuhi. Berikut adalah contoh skema alokasi waktu:
Setiap pertemuan perlu memiliki fokus materi yang jelas dan indikator pencapaian yang bisa diukur. Contoh pembagian pertemuan dalam satu minggu (2 JP):
Dalam setiap perencanaan pertemuan, guru harus mencantumkan tujuan pengembangan Profil Pelajar Pancasila, antara lain:
Dalam rangkaian Promes Al-Qur’an Hadis kelas 7 yang terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada karakter dan keterampilan abad ke-21 yang penting untuk perkembangan siswa.
Dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka, penting untuk memilih metode dan model pembelajaran yang sesuai supaya tujuan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dapat tercapai. Berikut ini adalah penjelasan beberapa metode dan model yang disarankan:
Metode ceramah masih penting untuk menjelaskan dasar-dasar tajwid, konteks asbāb al nuzūl, dan juga sanad serta matan hadis. Supaya pembelajaran tidak sepenuhnya bersifat monolog, guru harus memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab setelah menyampaikan materi, sehingga siswa mampu:
Model diskusi kelompok mendorong kerja sama antar siswa untuk mendalami isi ayat dan hadis. Langkah-langkah yang perlu diambil adalah:
Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) memberikan peluang bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam aktifitas nyata. Contoh implementasi termasuk:
Untuk memenuhi berbagai gaya belajar siswa, guru bisa menggabungkan berbagai media seperti audio visual (rekaman bacaan qari), teks digital yang interaktif, dan alat peraga (misalnya kartu tajwid). Pendekatan multimodal membantu siswa memahami aspek audiotor, visual, dan kinestetik dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs.
Dengan menggabungkan berbagai metode dan model tersebut, Promes Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang aktif, partisipatif, dan berarti, sehingga kompetensi siswa berkembang secara menyeluruh.