Bagian berikutnya adalah asesmen. Dalam kurikulum merdeka, asesmen dibagi menjadi:
Untuk Seni Budaya kelas 1 SD/MI, asesmen lebih menekankan proses dibandingkan hasil akhir. Guru bisa menggunakan:
Penilaian bersifat membangun. Tujuannya bukan untuk membandingkan murid satu dengan yang lainnya, melainkan untuk memperhatikan perkembangan setiap anak.
Promes kurikulum merdeka yang baik menyisakan kesempatan untuk refleksi. Guru perlu mengevaluasi:
Refleksi membantu guru memperbaiki rencana di masa depan. Tanpa refleksi, Program Semester (Promes) hanya menjadi rutinitas yang diulang tanpa peningkatan kualitas.
Kurikulum merdeka menekankan dimesni profil lulusan. Dalam Promes Seni Budaya kelas 1 SD/MI, nilai-nilai ini bisa disatukan melalui:
Seni Budaya adalah tempat yang ideal untuk menanamkan karakter. Di sinilah anak-anak belajar menghargai perbedaan dan mengekspresikan diri tanpa rasa takut melakukan kesalahan.
Download Promes Seni Budaya kelas 1 fase A kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Komponen utama dalam Promes Seni Budaya kelas 1 SD/MI fase A kurikulum merdeka bukan sekadar daftar formalitas. Setiap aspek mempunyai peran penting dalam membentuk pembelajaran yang terstruktur, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan murid.
Ketika identitas sudah jelas, CP dipahami, materi terdistribusi dengan baik, strategi efektif, dan asesmen dibuat dengan reflektif, maka Promes kelas 1 bukan sekadar dokumen perencanaan. Ia bertransformasi menjadi peta perjalanan kreatif yang membimbing anak-anak menemukan warna, suara, dan gerakan mereka sendiri.
Pada intinya, Promes kurikulum merdeka yang baik bukanlah yang paling besar atau paling rumit. Program Semester (Promes) yang baik adalah yang praktis, mudah disesuaikan, dan benar-benar mengutamakan kepentingan anak.