Program Tahunan (Prota) Fikih kelas 5 fase C kurikulum merdeka menjadi tulang punggung perencanaan pembelajaran guru. Guru wajib membuatnya secara matang sebelum tahun ajaran baru dimulai. Ia memuat seluruh rencana pengajaran selama dua semester penuh.

Selain itu, Prota kurikulum merdeka menjadi dokumen formal pertanggungjawaban profesional guru. Dokumen tersebut juga memudahkan kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam melakukan supervisi akademik.
Langkah pertama pembuatan Prota Fikih kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka adalah mengkaji dokumen Capaian Pembelajaran (CP). Kementerian Pendidikan mengeluarkan dokumen CP secara resmi untuk semua jenjang. Guru membaca CP secara mendalam untuk memahami kompetensi akhir yang diharapkan. Kemudian, guru menjabarkan CP menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang runtut. ATP memuat rangkaian kompetensi dari pertemuan awal hingga akhir tahun. Setiap kompetensi memerlukan durasi pertemuan yang berbeda-beda.
Guru menuliskan semua ATP ke dalam tabel Program Tahunan (Prota) secara sistematis dan rapi. Selanjutnya, guru menambahkan indikator pencapaian untuk setiap ATP tersebut. Indikator itu berupa perilaku terukur, seperti melafalkan niat shalat dengan benar. Guru juga menentukan kriteria ketuntasan minimum untuk setiap indikator. Prota kurikulum merdeka yang baik menampilkan keterkaitan jelas antara CP, ATP, dan indikator. Keterkaitan itu memudahkan guru melakukan evaluasi harian secara objektif.
Guru memetakan seluruh materi pokok Fikih kelas 5 MI. Materi pokok mencakup bab thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Guru mengurutkan materi berdasarkan tingkat kesulitan dan kebutuhan prasyarat. Bab thaharah guru tempatkan di awal karena menjadi dasar seluruh ibadah. Lalu, guru membuat bab shalat fardhu dan shalat sunnah berjamaah. Setelah shalat, guru mengajarkan zakat fitrah dan zakat mal secara berurutan. Kemudian, guru berpindah ke bab puasa wajib di bulan Ramadhan. Terakhir, guru mengulas ibadah haji secara sederhana dan kontekstual.
Guru menghitung alokasi jam pelajaran untuk setiap bab secara proporsional. Misalnya, bab shalat mendapat porsi 10 jam pelajaran yang cukup panjang. Sebaliknya, bab haji cukup mendapat 4 jam pelajaran karena bersifat pengenalan. Guru menyesuaikan perhitungan itu dengan kalender akademik madrasah setempat. Kalender akademik memuat minggu efektif, libur nasional, dan jadwal ujian. Guru mencoret hari-hari tidak efektif dari total jam pelajaran tersedia. Sisa jam efektif itulah yang guru bagi ke semua bab secara adil. Selain itu, guru menyisakan dua minggu sebagai waktu cadangan darurat. Cadangan mengantisipasi bencana, sakit guru, atau aktivitas mendadak Madrasah Ibtidaiyah.
Saat mengimplementasikan Prota Fikih kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka, guru menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi. Strategi tersebut mengakomodasi kecepatan dan gaya belajar murid yang beragam. Murid dengan kemampuan tinggi mendapat tantangan tambahan dari guru. Mereka menganalisis perbedaan pendapat ulama tentang suatu hukum fiqih. Murid dengan kemampuan sedang fokus pada penguasaan gerakan dan bacaan ibadah.
Murid dengan kesulitan belajar mendapat bimbingan individu secara intensif. Guru menjadwalkan bimbingan itu pada jam khusus di luar jam Prota Fikih kelas 5 fase C kurikulum merdeka. Program Tahunan (Prota) hanya memberikan kerangka waktu untuk aktivitas pembelajaran utama. Guru tetap fleksibel menyesuaikan detail aktivitas sesuai kondisi kelas harian. Fleksibilitas itu sejalan dengan semangat kurikulum merdeka yang dinamis.
Prota Fikih kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka memuat rencana asesmen yang seimbang, berkelanjutan, dan terstruktur. Guru mendesain asesmen formatif di setiap akhir pertemuan pembelajaran. Formatif berupa kuis lisan, unjuk kerja, atau lembar kerja singkat. Unjuk kerja meliputi demonstrasi wudhu dan gerakan shalat secara langsung. Guru mencatat hasil formatif untuk memperbaiki metode mengajar selanjutnya.
Selanjutnya, guru mendesain asesmen sumatif di akhir setiap bab besar. Sumatif berbentuk soal pilihan ganda, esai sederhana, dan tes praktik. Tes praktik menilai kelancaran gerakan, bacaan, dan kekhusyukan ibadah. Guru menentukan bobot penilaian antara teori dan praktik secara bijak. Biasanya, praktik mendapat porsi 60% dan teori mendapat 40% total nilai. Pembobotan itu mencerminkan kurikulum merdeka yang berbasis keterampilan. Guru menuliskan semua jadwal asesmen dalam Prota kelas 5 secara jelas dan detail.
Guru melaksanakan monitoring pelaksanaan Prota Fikih kelas 5 fase C kurikulum merdeka setiap akhir bulan. Monitoring itu bertujuan mengecek kesesuaian antara rencana dan realisasi. Jika terjadi keterlambatan materi, guru segera mencari solusi efektif. Guru bisa mengurangi durasi bab tertentu tanpa menghilangkan esensi inti. Revisi diperbolehkan selama tidak mengubah CP utama dari pemerintah. Setiap revisi guru catat dengan tanggal dan alasan yang jelas. Catatan revisi menjadi bahan refleksi untuk guru dan kepala Madrasah Ibtidaiyah. Kepala Madrasah Ibtidaiyah turut mengawal proses revisi tersebut secara berkala.
Di akhir semester, guru mengevaluasi pencapaian semua targetnya. Evaluasi itu menggunakan data nilai dan catatan anekdot perkembangan murid. Data nilai menunjukkan kemampuan kognitif murid secara kuantitatif. Catatan anekdot menggambarkan perkembangan sikap religius mereka sehari-hari. Hasil evaluasi menjadi dasar pembuatannya untuk tahun berikutnya. Dengan demikian, Prota kelas 5 terus berkembang sesuai kebutuhan murid dan zaman.
Prota Fikih kelas 5 fase C kurikulum merdeka juga menjadi sarana kolaborasi erat dengan orang tua murid. Guru membagikan ringkasannya pada pertemuan awal tahun ajaran. Orang tua memahami jadwal dan topik yang anak mereka pelajari. Pemahaman itu membantu orang tua membimbing ibadah anak di rumah. Misalnya, orang tua mengingatkan shalat tepat waktu sesuai jadwal Prota kelas 5. Orang tua juga memeriksa hafalan doa dan niat shalat setiap malam.
Kolaborasi tersebut memperkuat hasil pembelajaran di lingkungan keluarga. Madrasah juga mendukung pelaksanaan Prota kurikulum merdeka dengan fasilitas praktik memadai. Kemudian, Madrasah Ibtidaiyah menyediakan mushala representatif untuk shalat berjamaah rutin. Selain itu, madrasah juga menyiapkan alat peraga seperti manekin untuk simulasi tawaf. Dukungan fasilitas itu memudahkan guru menjalankannya dengan lancar. Guru pun lebih percaya diri dalam mengimplementasikan setiap bab.
Prota kurikulum merdeka yang terencana memberi manfaat jangka panjang untuk murid. Murid terbiasa dengan pola ibadah yang terstruktur dan konsisten sejak dini. Kebiasaan itu membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, dan istiqamah. Guru juga mendapatkan kepastian dalam merencanakan pengembangan karir mengajar. Prota kelas 5 menjadi portofolio profesional yang sangat berharga untuk guru. Madrasah menggunakannya sebagai bukti manajemen mutu pendidikan internal. Kurikulum merdeka sangat menekankan pentingnya dokumen perencanaan ini. Oleh karena itu, guru tidak boleh mengabaikan pembuatannya.
Download Prota Fikih kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kesimpulannya, Prota Fikih kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka adalah peta komprehensif. Selanjutnya, guru harus membuatnya dengan cermat, logis, dan penuh tanggung jawab. Program Tahunan (Prota) mengintegrasikan aspek akademik, keterampilan, dan karakter murid. Dengan Prota kurikulum merdeka yang solid, pembelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah berjalan lancar dan bermakna. Guru akhirnya mencapai tujuan mulia mencetak generasi berakhlak mulia. Selain itu, semua pihak harus mendukung pelaksanaannya secara aktif dan berkelanjutan.