Kurikulum merdeka mengubah cara pembelajaran Seni Tari kelas 10 SMA/MA dengan menjadikan guru sebagai fasilitator yang kreatif dan adaptif. Murid aktif berpartisipasi dalam proses berekspresi dan berkarya. Program Tahunan (Prota) sangat penting sebagai petunjuk pembelajaran selama setahun, membuat program semester dan modul ajar.

Prota Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka mempunyai ciri khas tersendiri dibanding fase lainnya. Ia membantu murid memahami nilai estetis dan keragaman tari Nusantara. Petunjuk tersebut harus menghubungkan pengalaman dasar dengan eksplorasi lebih lanjut, tetap mengikuti capaian pembelajaran (CP) yang ditetapkan.
Prota Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka harus memuat tiga elemen kurikuler utama. Elemen tersebut adalah pengalaman estetis, keterampilan praktis, dan pengetahuan kontekstual. Pertama, pengalaman estetis melibatkan kepekaan terhadap keindahan gerak dan ruang. Kedua, keterampilan memuat penguasaan teknik dasar tari dari berbagai daerah. Ketiga, pengetahuan memuat pemahaman konteks budaya dan sejarah setiap tarian. Ketiga elemen tersebut saling terkait dan memperkuat satu sama lain secara dinamis. Guru mendesainnya dengan mempertimbangkan proporsi ideal setiap elemen tersebut. Proporsi ideal memberikan keseimbangan antara teori, praktik, dan apresiasi seni.
Selanjutnya, Prota kurikulum merdeka harus menjabarkan alur tujuan pembelajaran (ATP) secara runtut dan sistematis. ATP menggambarkan urutan kompetensi yang harus dikuasai murid setiap bulan. Urutan tersebut dimulai dari pengenalan, pengolahan, hingga penyajian tari utuh. Pengenalan memuat eksplorasi gerak dasar dari berbagai daerah di Indonesia. Pengolahan melibatkan pengembangan motif gerak menjadi rangkaian tari yang padu. Penyajian adalah puncak dari aktivitas pembelajaran yang telah dilalui bersama. Petunjuk ini mengatur waktu yang cukup untuk setiap tahapan penting tersebut. Alokasi waktu harus realistis dengan jumlah jam pelajaran yang tersedia di sekolah.
Seni Tari kelas 10 SMA/MA kurikulum merdeka memberikan alokasi sekitar 72 jam pelajaran per tahun. Jumlah tersebut setara dengan dua jam pelajaran setiap minggunya. Guru membagi waktu tersebut ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang variatif. Aktivitas tersebut memuat praktik menari, diskusi kelompok, dan observasi pertunjukan. Prota kelas 10 juga mengatur jadwal asesmen formatif dan sumatif secara proporsional. Asesmen formatif dilakukan selama aktivitas pembelajaran berlangsung secara terus-menerus. Sedangkan, asesmen sumatif dilaksanakan di akhir setiap bab atau akhir semester. Petunjuk yang komprehensif memuat semua aspek tersebut secara terintegrasi.
Pembuatan Prota Seni Tari kelas 10 fase E kurikulum merdeka perlu mempertimbangkan kearifan lokal dan konteks sekolah. Setiap daerah mempunyai tradisi tari yang unik, seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Kecak dari Bali, Tari Jaipong dari Jawa Barat, dan Tari Maengket dari Sulawesi Utara. Guru mudah memilih fokus pembelajaran berdasarkan kearifan lokal yang dominan untuk membuat pembelajaran lebih bermakna. Namun, Program Tahunan harus juga memperkenalkan tari dari daerah lain untuk memperluas wawasan kebangsaan dan apresiasi seni.
Prota kurikulum merdeka harus mengatur proporsi antara tari lokal dan nasional secara seimbang. Konteks sekolah mempengaruhi desainnya, dimana sekolah dengan fasilitas baik mudah mengadakan pertunjukan, sedangkan yang terbatas bisa fokus pada eksplorasi gerak sederhana. Guru menyesuaikan metode dan media pembelajaran, menggunakan video, gambar, atau narasumber ahli seperti seniman tari secara daring. Program Tahunan yang baik bersifat adaptif dan mencantumkan rencana penggunaan sumber daya yang realistis dan mudah diimplementasikan.
Prota Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka mempunyai strategi penilaian yang bervariasi dan autentik, tidak hanya mengandalkan tes tertulis atau praktik gerak. Penilaian autentik menilai kemampuan murid dalam situasi pertunjukan nyata, termasuk melalui portofolio gerak yang menunjukkan perkembangan keterampilan. Observasi langsung saat latihan juga mencatat sikap, kerjasama, dan kreativitas murid.
Rubrik penilaian dibuat bersama murid di awal tahun ajaran untuk meningkatkan pemahaman mengenai kriteria keberhasilan. Jadwal penilaian terstruktur dan terintegrasi dengan rencana pembelajaran. Asesmen akhir semester berupa pertunjukan kolaboratif yang melibatkan semua murid, memuat penampilan dan kritik karya tari secara lisan, serta melatih keterampilan berpikir kritis dan komunikatif.
Implementasi Prota kelas 10 SMA/MA memerlukan perencanaan yang matang tapi fleksibel. Guru harus menyiapkan modul ajar kurikulum merdeka sebagai penjabarannya harian, yang memuat langkah-langkah pembelajaran dengan detail, lembar kerja, dan bahan bacaan. Ia mudah direvisi di tengah tahun berdasarkan evaluasi hasil belajar murid. Jika murid mengalami kesulitan, maka guru mudah memberikan perpanjangan waktu. Jika murid cepat menguasai, maka guru bisa memberikan tantangan tambahan.
Guru berkomunikasi rutin dengan murid dan orang tua untuk mendukung pembelajaran. Prota kurikulum merdeka juga memuat rencana komunikasi bulanan dengan wali murid dan laporan perkembangan setiap akhir semester, membuat kerjasama antara sekolah dan rumah.
Tantangan dalam membuat Prota Seni Tari kelas 10 fase E kurikulum merdeka memuat kendala waktu dan keterbatasan sumber daya manusia. Banyak guru yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan tari yang mendalam, tetapi kurikulum merdeka memungkinkan pembelajaran mandiri. Kolaborasi antar guru seni budaya di SMA/MA sangat dianjurkan untuk berbagi pengalaman dan sumber belajar.
Selain itu, perbedaan kemampuan murid di kelas membuat tantangan, di mana beberapa murid sudah mahir dan yang lain masih baru. Prota kelas 10 SMA/MA harus mengakomodasi semua tingkat kemampuan dengan menyediakan materi pengayaan dan pendampingan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah solusi yang tepat, dengan variasi tugas yang meningkatkan motivasi dan memastikan semua murid mempunyai kesempatan untuk berkembang.
Evaluasi akhir tahun sangat penting untuk Prota Seni Tari kelas 10 fase E kurikulum merdeka yang telah dilaksanakan. Proses tersebut menilai pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan. Guru mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber penilaian untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Kekuatan akan dipertahankan dan kelemahan diperbaiki dengan strategi yang lebih tepat. Refleksi dari guru dan murid juga melibatkan umpan balik tentang pengalaman belajar mereka.
Evaluasi tersebut didokumentasikan untuk pengembangan profesi guru dan akreditasi sekolah. Program Tahunan yang diperbarui menunjukkan komitmen terhadap inovasi pendidikan, terutama dalam seni tari yang berfungsi sebagai media pendidikan karakter. Prota kurikulum merdeka yang baik menghasilkan generasi yang berkarakter dan mampu melestarikan seni tari Indonesia. Semua pihak perlu mendukung pembuatannya yang berkualitas untuk pembelajaran yang bermakna.
Download Prota Seni Tari kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Seni Tari kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka mempunyai peran strategis. Peran tersebut tidak hanya untuk pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan manusia utuh. Guru adalah arsitek utama di balik kesuksesannya. Semangat kurikulum merdeka memberikan kebebasan sekaligus tantangan besar. Kebebasan itu harus digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Prota kurikulum merdeka yang dibuat dengan hati akan menghasilkan pembelajaran yang menggugah jiwa. Pembelajaran yang menggugah jiwa akan selalu dikenang sepanjang hayat.