Pendidikan Agama Islam, terutama dalam Al-Qur’an Hadis kelas 9 di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak cukup hanya berfokus pada hafalan teks dan pemahaman yang dangkal. Kelas 9, yang menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih tinggi serta tahap kedewasaan berpikir, memerlukan pendekatan yang lebih mendalam, menyentuh perasaan, dan melatih intelektual

Di sinilah pentingnya menggabungkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan metode Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam penyusunan perangkat ajar kelas 9. Perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs yang dimaksud seperti Modul Ajar, CP, ATP, Promes, Prota, dan KKTP harus diubah menjadi alat yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat iman, membentuk karakter, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mengedepankan nilai-nilai Panca Cinta (Cinta Allah Swt dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air) terhadap potensi unik masing-masing siswa. Dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 9, cinta tersebut menunjuk pada kecintaan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan sesama serta seluruh ciptaan. Pembelajaran seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sebagai perjalanan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Sementara itu, Deep Learning berfokus pada bagaimana siswa aktif membangun pemahaman, menghubungkan pengetahuan lama dengan yang baru, dan menerapkan ilmu dalam situasi nyata. Dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 9, pendekatan tersebut beralih dari sekadar memahami teks menuju menggali cara dan alasan di balik pewahyuan teks serta pengaruhnya di era modern.
Gabungan kedua pendekatan tersebut menghasilkan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 9 Madrasah Tsanawiyah yang bermakna, kontekstual, dan mengubah diri. Siswa diminta untuk menyelami makna mendalam dari ayat dan hadis dengan pendekatan ilmiah yang kritis, dijiwai oleh sikap spiritual yang penuh adab dan penghayatan.
Pada fase D (kelas VII-IX), CP Al-Qur’an Hadis perlu dibuat dengan mempertimbangkan dimensi afektif dan psikomotorik yang sejalan dengan kognitif. Misalnya, bukan hanya “Siswa memahami isi QS. Al-Hujurat: 12 mengenai larangan prasangka,” tetapi lebih menyeluruh: “Siswa menganalisis faktor-faktor yang memunculkan prasangka dalam konteks sosial masa kini, merasakan dampak negatif prasangka terhadap persatuan berdasarkan QS. Al-Hujurat: 12, serta menunjukkan sikap hati-hati dalam menghadapi informasi dan menjaga ucapan dalam interaksi sehari-hari di media sosial dan komunitasnya.” CP jenis ini menghubungkan teks suci dengan kenyataan (deep learning) dan membangkitkan kesadaran untuk berperilaku baik (KBC).
Prota dan Promes tidak hanya menampilkan pembagian materi, tetapi juga penanaman nilai-nilai. Dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 9 semester ganjil, misalnya, tema-tema besar seperti “Kepemimpinan dan Keadilan” (dari QS. Al-Ma’idah: 8, Hadis tentang pemimpin), “Moderasi Beragama” (QS. Al-Baqarah: 143), dan “Merawat Lingkungan” (QS. Ar-Rum: 41) bisa dipadukan dengan peringatan hari-hari besar nasional atau keagamaan. Penyusunan juga harus memungkinkan pelaksanaan proyek kolaboratif dan refleksi pribadi, bukan sekadar fokus pada pencapaian materi. Prinsip cinta terwujud dengan memberikan waktu yang cukup untuk diskusi mendalam dan penghayatan, bukan terburu-buru untuk mencapai target kognitif saja.
ATP berfungsi sebagai peta rinci yang menghubungkan CP dengan tujuan pembelajaran pada setiap pertemuan. Dalam metode pembelajaran mendalam yang berlandaskan cinta, ATP Al-Qur’an Hadis kelas 9 dibuat dengan langkah-langkah yang menjadikan siswa lebih manusiawi. Contohnya, pada tema “Toleransi dalam Islam (QS. Al-Kafirun)”:
Modul ajar adalah perwujudan nyata dari ATP. Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 Madrasah Tsanawiyah yang diintegrasikan dengan deep learning kaya akan jenis aktivitas (kecerdasan jamak), memanfaatkan sumber belajar primer (mushaf, kitab hadis) serta sekunder (artikel, video dokumenter), dan menyediakan rubrik penilaian yang adil. Beberapa contoh aktivitas:
Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 ini juga harus memperhatikan kondisi psikologis siswa (difabel, lambat belajar, berbakat) dengan memberikan dukungan (scaffolding) dan pengayaan (enrichment) yang sesuai, sebuah manifestasi cinta dalam pengajaran.
Dalam konteks ini, KKTP tidak dapat mengandalkan hanya pada tes pilihan ganda. Penilaian harus bersifat autentik dan mempunyai banyak dimensi. KKTP perlu mencakup:
Rubrik penilaian harus dibuat dengan jelas dan disampaikan kepada siswa sejak awal, sehingga menciptakan keadilan dan transparansi, sebuah bentuk cinta dalam evaluasi.
Silahkan download perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs klik disini
Pembuatan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs yang dipadukan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muslim yang tidak sekedar “tahu” tentang agama mereka, tetapi juga “memahami dengan mendalam” dan “mencintai” sepenuh hati. Melalui perangkat ajar KBC kelas 9 yang hidup dan manusiawi, pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah akan menjadi penerang yang menerangi pikiran dan menggerakkan hati, menuntun setiap siswa dalam perjalanan panjang untuk menjadi manusia yang utuh dan bermanfaat. Inilah inti dari pendidikan Islam yang transformasional: menggabungkan keunggulan intelektual dengan kelembutan spiritual, dalam ikatan cinta kepada Tuhan dan sesama.