Kalau bisa disamakan, Program Tahunan atau Prota itu seperti peta perjalanan. Tanpa peta, kita mungkin bisa tiba di lokasi tujuan, tetapi lebih besar kemungkinan kita akan tersesat, berputar-putar, atau bahkan kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas 1 SD/MI fase A, Prota kurikulum merdeka berperan sebagai petunjuk supaya guru tidak hanya “mengajar hari ini untuk hari ini”, tapi juga mempunyai pandangan menyeluruh tentang satu tahun ke depan. Anak-anak kelas 1 SD/MI bisa diibaratkan sebagai kertas kosong yang baru mulai diisi warna. Kegiatan fisik, pola hidup sehat, dan sikap sportif yang mereka pelajari sekarang akan membekas hingga mereka dewasa. Jadi, pembuatan tersebut harus dilakukan dengan serius.
Pelaksanaan Prota PJOK kelas 1 fase A kurikulum merdeka tidak hanya terbatas pada penyusunan dokumen perencanaan. Tantangan sebenarnya terletak pada bagaimana rencana itu diterapkan dalam kegiatan belajar setiap hari secara konsisten, efektif, dan memberikan makna bagi murid. Strategi pelaksanaan yang tepat akan menentukan apakah Program Tahunan (Prota) benar-benar berfungsi sebagai “peta jalan” pembelajaran atau hanya menjadi arsip administrasi. Oleh karena itu, guru perlu mengerti bahwa pelaksanaan Prota kurikulum merdeka meliputi aspek perencanaan teknis, pengelolaan kelas, pemilihan metode, serta penguatan budaya belajar yang mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional murid.
Langkah pertama dalam menerapkan Program Tahunan (Prota) adalah memastikan keterkaitannya dengan modul ajar. Prota kurikulum merdeka memberikan panduan umum tentang materi dan waktu selama satu tahun, sedangkan modul ajar menjabarkan rencana tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Guru perlu mengubah setiap komponen Prota kelas 1 menjadi tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen yang jelas dalam modul ajar kurikulum merdeka.
Keterkaitan tersebut sangat diperlukan untuk mencegah adanya celah antara perencanaan jangka panjang dan pelaksanaan sehari-hari. Misalnya, jika Program Tahunan (Prota) menentukan salah satu fokus, modul ajar harus menyertakan kegiatan yang secara bertahap meningkatkan keterampilan tersebut. Prota kelas 1 berperan sebagai kerangka umum, sedangkan modul ajar berfungsi sebagai alat praktis.
Selain itu, keterhubungan antara Prota PJOK kelas 1 dan modul ajar kurikulum merdeka memberikan dukungan bagi guru dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian. Jika suatu materi perlu diubah dalam hal waktu atau pendekatan, guru dapat mengubah modul ajar tanpa kehilangan posisi dari Prota kurikulum merdeka. Dengan cara tersebut, pelaksanaan tetap pada jalurnya tetapi cukup luwes untuk memenuhi kebutuhan di dalam kelas.
Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas 1 SD/MI melibatkan kegiatan fisik yang aktif, sehingga pengelolaan kelas menjadi sangat krusial. Guru harus memastikan bahwa semua kegiatan dalam Program Tahunan (Prota) dan modul ajar kurikulum merdeka terlaksana dengan aman, teratur, dan efektif. Ini memerlukan pengaturan ruang, waktu, dan transisi antar kegiatan, tidak hanya pengaturan kelompok atau barisan.
Strategi yang bisa diterapkan termasuk memberikan petunjuk yang singkat dan jelas, karena anak-anak di usia ini mempunyai daya fokus yang terbatas. Instruksi yang terlalu panjang bisa jadi membingungkan. Guru perlu menunjukkan contoh secara langsung, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan memastikan murid memahami apa yang perlu dilakukan sebelum memulai.
Selain itu, pengelompokan murid harus dibuat dengan baik. Beberapa kegiatan lebih efektif dilakukan dalam kelompok kecil, sementara yang lain lebih baik secara klasikal. Penyesuaian ini sebaiknya sudah dipikirkan saat membuat Prota PJOK kelas 1 fase A kurikulum merdeka, sehingga pelaksanaan di kelas bisa berlangsung lebih lancar dan tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik.