Kurikulum merdeka muncul sebagai pembaruan yang positif dalam sektor pendidikan. Kurikulum ini mengarahkan para pengajar untuk lebih kreatif dan inovatif. Salah satu dokumen yang sangat penting adalah Program Tahunan (Prota). Prota Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs) fase D kurikulum merdeka menjadi dasar yang utama. Dokumen ini berfungsi untuk membantu guru dalam mendesain pembelajaran secara terstruktur.

Tanpa adanya Prota kurikulum merdeka, aktivitas pembelajaran mengajar cenderung tidak teratur. Oleh karena itu, setiap pengajar diwajibkan untuk membuatnya.
Program Tahunan (Prota) yang baik harus mencakup sejumlah komponen penting. Pertama, nama Madrasah Tsanawiyah. Kedua, mata pelajaran yaitu Fikih. Ketiga, kelas dan fase (kelas 9 fase D). Keempat, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kelima, alokasi waktu untuk setiap tujuan pembelajaran. Keenam, semester ganjil dan genap yang jelas. Ketujuh, jumlah jam pelajaran efektif selama setahun. Semua komponen tersebut saling berkaitan dengan erat.
Membuat Prota Fikih kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka memerlukan langkah-langkah yang sistematis. Pertama, guru harus menganalisis capaian pembelajaran (CP) Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah fase D. Capaian tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam kurikulum merdeka. Selanjutnya, guru mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang perlu diajarkan. Kemudian, guru menghitung total jam pelajaran efektif. Jam efektif adalah waktu belajar yang tidak termasuk hari libur. Setelah itu, guru harus mengalokasikan waktu untuk setiap kompetensi. Ia juga perlu mempertimbangkan waktu untuk ulangan dan proyek. Terakhir, guru membuat jadwal tahunan secara rapi.
Materi Fikih kelas 9 MTs cukup bervariasi dan mendalam. Murid mempelajari tentang ibadah haji dan umrah. Mereka juga belajar tentang kurban dan akikah. Selanjutnya, terdapat materi mengenai jihad dan perjuangan. Murid juga mempelajari etika bermuamalah. Selain itu, mereka belajar tentang fiqih siyasah (politik). Materi lainnya termasuk fiqih jinayah (pidana Islam). Semua materi tersebut perlu diorganisasikan dalam Prota kurikulum merdeka. Guru membagi materi ini ke dalam dua semester. Semester ganjil dan genap mempunyai bobot yang seimbang.
Alokasi waktu sangat penting dalam pembuatan Prota kelas 9. Kurikulum merdeka memberikan fleksibilitas dalam jumlah jam pelajaran. Umumnya, Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah mendapatkan 2-3 jam pelajaran dalam seminggu. Satu jam pelajaran setara dengan 35-40 menit. Dalam setahun, terdapat sekitar 34-38 pekan efektif. Guru harus mengurangi jumlah pekan untuk asesmen sumatif tengah semester. Asesmen sumatif akhir semester juga memerlukan waktu tersendiri. Di samping itu, ada pekan untuk proyek (kokurikuler). Dengan perhitungan yang teliti, guru menentukan alokasi waktu yang akhir.
Pembuatan Prota kurikulum merdeka harus mematuhi beberapa prinsip tertentu. Pertama, prinsip sistematis yang berarti urutan dari mudah ke sulit. Kedua, prinsip integrasi dengan bidang studi lain. Ketiga, prinsip fleksibel tetapi tetap terstruktur. Keempat, prinsip kontekstual yang sesuai dengan lingkungan murid. Kelima, prinsip efisien dalam penggunaan waktu. Keenam, prinsip berkesinambungan antara kelas 8 dan 9. Ketujuh, prinsip penguatan dimensi profil lulusan. Semua prinsip tersebut harus diperhatikan oleh guru.
Prota Fikih kelas 9 fase D kurikulum merdeka membawa banyak manfaat dalam aktivitas pembelajaran. Bagi guru, untuk mempermudah pengelolaan waktu mengajar. Guru bisa memantau kemajuan pembelajaran setiap bulan. Ia juga lebih mudah dalam menyiapkan materi ajar. Bagi murid, untuk menjamin semua materi disampaikan secara utuh. Mereka tidak akan kehilangan informasi penting. Prota kelas 9 juga membantu murid untuk belajar secara mandiri. Mereka bisa melihat jadwal materi yang akan dipelajari. Dengan demikian, pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah menjadi lebih terencana.