Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Seni Musik kelas 9 fase D perlu diatur dengan cermat supaya mudah terhubung dengan kegiatan belajar. Penetapan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan kompetensi para murid, serta memperjelas hubungan antara setiap tujuan tersebut.

Kemudian, murid akan mampu meningkatkan kemampuan analisis, bermain musik, dan melakukan introspeksi. Selain itu, ATP kurikulum merdeka juga perlu mempertimbangkan aspek praktis dalam kegiatan pembelajaran Seni Musik kelas 9 SMP/MTs.
Guru mudah mendesain struktur ATP Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka dengan mengikuti tahapan kompetensi. Tahapan tersebut mencakup pengalaman, refleksi, pemikiran dan kerja artistik, serta penciptaan. Setiap tahap mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemampuan musik murid. Struktur tersebut memudahkan guru untuk menentukan materi, kegiatan, dan penilaian yang sesuai.
Tahap pengalaman menjadi aspek yang krusial dalam ATP Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Dalam fase ini, murid merasakan pengalaman langsung melalui kegiatan musikal. Guru bisa mengarahkan murid untuk mendengarkan berbagai macam jenis musik, mulai dari musik tradisional, daerah, populer, hingga kontemporer. Setelah mendengarkan, murid bisa mengidentifikasi karakteristik setiap karya, seperti ritme, melodi, tempo, dan alat musik yang digunakan. Guru juga bisa mengarahkan murid untuk membandingkan berbagai karya tersebut.
Selain itu, tahap ini memuat kegiatan bernyanyi dan memainkan alat musik. Murid mudah memainkan pola ritme dengan alat musik sederhana atau benda-benda di sekitarnya. Guru bisa mengembangkan latihan menuju permainan kelompok, yang mengajarkan murid untuk bekerja sama serta mengasah kemampuan musik. Tahap pengalaman sangat penting untuk membangun dasar murid sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Usai memperoleh pengalaman musikal, murid perlu melakukan refleksi untuk memahami proses serta hasil dari kegiatan yang telah dilakukan. Guru bisa mengarahkan murid untuk menuliskan pengalaman selama latihan musik, memuat bagian yang mudah dan yang sulit, serta strategi yang diterapkan untuk mengatasi hambatan. Pertanyaan petunjuk dari guru bisa membantu, seperti meminta murid menjelaskan perubahan kemampuan mereka setelah latihan dan menilai kontribusi dari anggota kelompok.
Kegiatan ini menekankan pentingnya proses dalam pembelajaran musik, bukan hanya hasil akhir penampilan. Diskusi kelompok juga bisa berfungsi sebagai medium refleksi, di mana murid berbagi pengalaman dan saling memberikan tanggapan. Guru harus membuat lingkungan diskusi yang terbuka dan fokus pada pencarian solusi untuk perbaikan. Refleksi sebaiknya dilakukan secara rutin dalam ATP kurikulum merdeka.
Tahap berpikir dan bekerja artistik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan murid dalam mengolah ide-ide musik. Dalam fase ini, murid mulai membuat keputusan sendiri dan tidak hanya mengikuti arahan guru. Guru bisa memberi tantangan yang memerlukan solusi kreatif, seperti membuat iringan sederhana untuk sebuah lagu daerah. Murid membangun pilihan mengenai instrumen, pola ritme, tempo, dan pembagian peran, serta mencoba beberapa alternatif. Proses ini mengajarkan tentang eksperimen tanpa rasa takut salah, dengan guru berfungsi sebagai fasilitator.
Kerja sama juga menjadi hal yang penting, karena pertunjukan musik memerlukan koordinasi. Pembagian tugas berdasarkan minat dan kemampuan meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membantu menyelesaikan perbedaan pendapat. Kegiatan kelompok ini sangat penting dalam ATP Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan rasa tanggung jawab.
Tahap penciptaan adalah elemen krusial dalam ATP Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Di sini, murid memanfaatkan pengalaman mereka untuk menghasilkan karya seni. Pengajar memberikan tugas musik sesuai dengan tingkat kemampuan murid, seperti membuat pola ritmis atau merekayasa musik dengan tema tertentu, contohnya adalah tema lingkungan sekolah. Batasan semacam itu membantu murid untuk lebih fokus pada gagasan kreatif.
Mereka akan menentukan bentuk karya dan elemen musik yang ingin digunakan, kemudian melakukan eksplorasi dan latihan. Selama proses tersebut, guru akan mengawasi dan memberikan umpan balik, sementara murid melakukan perbaikan. Selain itu, kegiatan penciptaan juga bisa terinspirasi dari lingkungan di sekitar dan menggunakan suara sederhana. Kreativitas menjadi elemen utama tanpa memerlukan alat yang mahal, sehingga pembelajaran terasa lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.