Setelah membuat karya, murid membutuhkan peluang untuk menampilkan dan mengkomunikasikan hasil kerja mereka. Tahapan ini sangat penting dalam ATP Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Guru bisa menyelenggarakan pertunjukan di dalam kelas atau mengembangkannya menjadi kegiatan di tingkat sekolah. Murid memilih tema pertunjukan, membuat acara, serta membagi tugas yang ada. Kegiatan tersebut melatih rasa percaya diri dan tanggung jawab mereka. Setelah pertunjukan selesai, pengajar memberikan umpan balik, sementara teman-teman mereka bisa memberikan penilaian.
Guru bisa mengembangkan komunikasi karya melalui presentasi singkat, di mana murid menjelaskan ide dan elemen musik yang mereka gunakan. Mereka juga bisa menguraikan alasan pemilihan instrumen tertentu. Kegiatan tersebut melatih kemampuan untuk menyampaikan gagasan artistik serta menghubungkan proses penciptaan dengan kemampuan presentasi.
Struktur ATP kelas 9 harus mendukung proses evaluasi dan revisi. Evaluasi membantu murid memahami kualitas karya mereka berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pengajar bisa membuat rubrik yang mencakup elemen-elemen seperti ritme, tempo, ekspresi, kreativitas, dan kolaborasi. Murid akan menggunakan rubrik tersebut untuk menilai karya mereka sendiri serta melakukan penilaian terhadap karya teman sebaya. Hasil dari penilaian ini berguna untuk perbaikan, seperti berlatih menggunakan metronom jika ada masalah dengan tempo.
Evaluasi tidak ditujukan untuk mencari kesalahan, tetapi bertujuan untuk meningkatkan kualitas karya. Evaluasi mudah dilaksanakan setelah fase latihan, saat presentasi, atau dalam proyek. Murid juga bisa membuat jurnal perkembangan karya dan membandingkan versi awal dengan versi final. Dokumentasi dalam bentuk audio atau video bisa juga digunakan untuk evaluasi, mendukung refleksi dan pembelajaran mandiri.
Struktur ATP kurikulum merdeka yang efektif harus terkait dengan penilaian pembelajaran. Guru perlu menentukan bukti pembelajaran saat merumuskan tujuan. Jika tujuan berkaitan dengan analisis musik, maka digunakanlah laporan analisis. Untuk permainan musik, sebaiknya diterapkan rubrik praktik. Jika tujuan membuat karya, maka penilaian proyek yang sesuai harus digunakan. Penilaian semestinya menjadi bagian integral dari pembelajaran, sehingga memungkinkan guru untuk memantau perkembangan murid dari awal.
Hasil penilaian membantu guru dalam menentukan langkah selanjutnya, memberikan latihan tambahan untuk murid yang memerlukannya, dan memberikan tantangan lebih bagi murid yang sudah menguasai materi. Selain itu, penilaian juga berfungsi untuk mengevaluasi efektivitas Alur Tujuan Pembelajaran, membolehkan guru melakukan perbaikan terhadap urutan pembelajaran dan menambahkan kegiatan yang mendukung supaya ATP kelas 9 lebih responsif terhadap kebutuhan murid.
Pada akhirnya, kerangka ATP Seni Musik kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka harus mencerminkan perjalanan kemampuan murid. Para guru perlu memulai dengan pengalaman musik yang nyata, dilanjutkan dengan refleksi, pengembangan keterampilan berpikir dan berkreasi secara artistik, serta penciptaan karya seni. Setelah proses tersebut selesai, murid mudah menampilkan dan menyampaikannya, sementara guru memberikan arahan untuk evaluasi dan perbaikan.
Tahapan tersebut mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, dan sesuai konteks. Kerangka tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik sekolah dan murid, termasuk fasilitas dan budaya setempat. Seluruh tujuan harus mengarah pada kompetensi, sehingga murid bisa menghargai, mengekspresikan, membuat, dan merefleksikan musik dengan cara yang bermakna.
Download ATP Seni Musik kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini