Kurikulum merdeka muncul sebagai suatu pembaharuan yang positif dalam sektor pendidikan di Indonesia. Ia membawa nuansa perubahan, memberikan kebebasan, serta mendukung kepentingan siswa. Dalam konteks pembelajaran Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D, kurikulum ini menyoroti pentingnya pemahaman konsep, logika, dan keterampilan menyelesaikan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya mengejar nilai, tetapi juga menanamkan makna dalam kegiatan belajar.

Dalam hal ini, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) memiliki peran yang sangat penting. Ia bertindak sebagai arah petunjuk, semacam kompas yang membantu baik guru maupun siswa untuk melihat sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Tanpa adanya KKTP kurikulum merdeka yang jelas, proses evaluasi layaknya berjalan dalam kabut.
Menyusun KKTP Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D adalah proses yang sangat krusial dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Penyusunan ini perlu dilakukan dengan pendekatan yang sistematis, bertahap, dan berdasarkan pemahaman menyeluruh tentang kurikulum.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dijadikan pedoman untuk guru dalam menyusun KKTP Matematika kelas 7 fase D kurikulum merdeka dengan tepat dan bermakna.
Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah melakukan kajian menyeluruh terhadap capaian pembelajaran (CP) Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D. Capaian ini menjadi referensi utama yang menunjukkan kompetensi minimum yang harus diraih oleh siswa dalam satu fase. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap CP, KKTP kelas 7 yang dibuat berisiko tidak sejalan dengan tujuan kurikulum.
Untuk Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D, CP mencakup kemampuan siswa dalam memahami konsep bilangan, aljabar, geometri, serta statistika dan peluang, diiringi dengan kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan menyampaikan ide-ide matematika. Guru perlu melihat CP secara keseluruhan, bukan hanya sebagian, supaya bisa memahami hubungan antara kompetensi.
Pada tahap ini, guru juga harus mengidentifikasi kata kerja operasional beserta materi yang perlu ditekankan dalam CP. Hal ini akan mempermudah proses penetapan tujuan pembelajaran dan penyusunan kriteria ketercapaian yang sesuai.
Setelah memahami capaian pembelajaran, langkah berikutnya adalah merumuskan tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur. Tujuan pembelajaran adalah target yang ingin dicapai dalam satu atau beberapa sesi belajar, sehingga formulasi harus jelas dan bisa diukur.
Dalam kurikulum merdeka, tujuan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada cara berpikir siswa. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D sebaiknya mencakup unsur pemahaman konsep, keterampilan prosedural, serta penalaran dan penyelesaian masalah.
Sebagai contoh, tujuan pembelajaran tidak cukup disusun dengan menyatakan “siswa memahami operasi bilangan bulat”, tetapi bisa diperinci menjadi “siswa dapat menjelaskan dan menerapkan operasi bilangan bulat dalam menyelesaikan masalah yang kontekstual”. Tujuan pembelajaran yang jelas merupakan landasan yang kuat dalam menyusun KKTP Matematika kelas 7 fase D kurikulum merdeka.
Dalam pembelajaran Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D, materi esensial biasanya meliputi konsep-konsep dasar yang membangun fondasi untuk pembelajaran di masa mendatang, seperti operasi bilangan, bentuk aljabar, karakteristik bangun datar, dan pengolahan data sederhana. Materi-materi inilah yang seyogianya menjadi fokus utama dalam penyusunan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Dengan membatasi lingkup kompetensi pada aspek-aspek yang esensial, KKTP kurikulum merdeka akan menjadi lebih terfokus, realistis, dan mudah untuk diterapkan dalam praktik pengajaran dan penilaian.
Indikator keberhasilan harus dirumuskan dengan menggunakan kata kerja yang dapat diobservasi dan dinilai, seperti menguraikan, mengenali, menyelesaikan, membandingkan, atau menyajikan. Dalam pelajaran Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D, indikator juga bisa mencerminkan cara berpikir, contohnya kemampuan untuk memberikan alasan atau strategi penyelesaian.
Sebagai contoh, indikator keberhasilan untuk materi aljabar bisa dirumuskan “siswa dapat menyusun dan menyelesaikan bentuk aljabar sederhana dengan langkah yang logis dan benar”. Indikator yang jelas membantu guru dalam membuat kriteria pencapaian yang sesuai.
Langkah selanjutnya adalah menetapkan bentuk dan tingkatan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang akan digunakan. KKTP kurikulum merdeka bisa dibuat dalam berbagai format, seperti narasi deskriptif, rubrik, atau skala pencapaian. Pemilihan format ini sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran dan kebutuhan para siswa.
Dalam pelajaran Matematika kelas 7 SMP/MTs fase D, penggunaan level pencapaian sering kali efektif untuk mencerminkan perkembangan kemampuan siswa. Contoh level adalah “belum berkembang”, “mulai berkembang”, “berkembang sesuai harapan”, dan “sangat baik”. Setiap level perlu disertai dengan penjelasan yang jelas dan spesifik.
Penetapan level tersebut membantu guru untuk melihat rentang pencapaian siswa dengan lebih objektif dan menyeluruh, serta mendukung prinsip penilaian yang berfokus pada proses.