Guru juga perlu menentukan aspek penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam KKTP kelas 12. Aspek tersebut bisa berbeda pada setiap materi. Guru tidak perlu menggunakan semua aspek untuk setiap kegiatan.
Pada materi pemeranan, misalnya, guru mudah menilai penghayatan karakter, ekspresi, vokal, gestur, blocking, dan konsentrasi. Pada materi pementasan, guru bisa menambahkan aspek kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan mengevaluasi pertunjukan.
Pemilihan aspek perlu dilakukan secara selektif. Terlalu banyak aspek mudah membuat penilaian menjadi rumit. Sebaliknya, terlalu sedikit aspek bisa membuat informasi penilaian kurang lengkap. Karena itu, guru perlu memilih aspek yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Komponen KKTP kelas 12 berikutnya adalah teknik asesmen. Teknik asesmen menentukan cara guru mengumpulkan bukti ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru mudah memilih teknik berdasarkan karakter kompetensi yang akan dinilai.
Seni Teater kelas 12 SMA/MA membutuhkan teknik asesmen yang bervariasi. Guru bisa menggunakan observasi, praktik, proyek, portofolio, penugasan, presentasi, dan refleksi. Setiap teknik mempunyai fungsi yang berbeda dalam menggambarkan kemampuan murid.
Untuk menilai pemeranan, asesmen praktik menjadi pilihan yang tepat. Untuk menilai kemampuan menganalisis naskah, guru mudah menggunakan penugasan atau presentasi. Sementara itu, guru bisa menggunakan portofolio untuk melihat perkembangan proses berkarya murid.
Guru perlu menyiapkan instrumen penilaian dalam KKTP kurikulum merdeka supaya proses asesmen berjalan terarah. Instrumen bisat berupa lembar observasi, rubrik, daftar cek, lembar penilaian proyek, atau format refleksi. Instrumen tersebut membantu guru mencatat bukti secara konsisten.
Rubrik sangat berguna dalam pembelajaran Seni Teater kelas 12 SMA/MA. Guru bisa mencantumkan aspek yang dinilai pada bagian tertentu. Kemudian, guru memberikan deskripsi kualitas untuk setiap tingkat pencapaian. Murid pun mudah memahami alasan di balik hasil penilaian.
Instrumen juga bisa membantu guru memberikan umpan balik. Guru tidak hanya menyampaikan nilai akhir. Guru mudah menjelaskan kekuatan dan bagian yang perlu murid perbaiki. Dengan demikian, penilaian bisa mengarahkan perkembangan kemampuan artistik.
Komponen KKTP Seni Teater kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka yang terakhir adalah umpan balik dan tindak lanjut. Guru perlu menggunakan hasil asesmen untuk menentukan langkah pembelajaran berikutnya. Hasil penilaian sebaiknya tidak berhenti pada pencatatan nilai.
Murid yang belum mencapai kriteria bisa memperoleh latihan tambahan. Guru bisa memberikan kesempatan untuk memperbaiki vokal, gestur, ekspresi, atau penghayatan karakter. Sementara itu, murid yang telah mencapai target dapat memperoleh kegiatan pengayaan.
Dalam Seni Teater kelas 12 SMA/MA, tindak lanjut bisa berbentuk latihan ulang atau proyek lanjutan. Murid mudah memperbaiki adegan berdasarkan masukan guru. Mereka kemudian bisa menampilkan kembali adegan tersebut. Proses tersebut membuat asesmen benar-benar mendukung perkembangan kompetensi.
Download KKTP Seni Teater kelas 12 fase F kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Pada akhirnya, komponen KKTP Seni Teater kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka perlu membentuk satu kesatuan yang logis. Tujuan pembelajaran menentukan arah, kemudian indikator menjelaskan kemampuan yang harus terlihat. Selanjutnya, bukti belajar dan teknik asesmen memberikan informasi tentang pencapaian murid. Setelah itu, kriteria membantu guru menentukan tingkat penguasaan, sedangkan umpan balik dan tindak lanjut membantu murid berkembang lebih jauh. Dengan alur tersebut, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) tidak hanya menjadi perangkat penilaian, tetapi juga menjadi bagian penting dari kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan.