Modul ajar Seni Teater kelas 12 SMA/MA fase F dikembangkan merujuk pada dokumen kurikulum merdeka, khususnya pada capaian pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran (TP) dalam mata pelajaran Seni Budaya, dengan fokus pada seni teater. Tinjauan terhadap alur tujuan pembelajaran (ATP) dilakukan untuk memastikan kesesuaian materi dengan standar kompetensi nasional.
Survei awal dilaksanakan untuk memahami kondisi sarana prasarana panggung, ketersediaan alat peraga, serta minat yang dimiliki siswa. Dari hasil analisis, tampak adanya kebutuhan akan pendampingan intensif terutama dalam aspek teknis tata panggung dan manajemen produksi.
Guru memiliki tanggung jawab untuk memandu diskusi, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta memastikan keterlibatan aktif seluruh siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Siswa didorong untuk berinisiatif dalam memilih peran, mengembangkan naskah alternatif, serta mengambil alih tugas-tugas teknis seperti pengaturan panggung dan properti.
Modul ajar Seni Teater kelas 12 SMA/MA fase F dalam kurikulum merdeka berfungsi sebagai instrumen penting untuk mendukung guru dan siswa dalam mencapai capaian pembelajaran (CP) seni teater secara komprehensif. Dengan pendekatan berbasis proyek, kolaborasi lintas disiplin, dan integrasi teknologi, pembelajaran teater menjadi medium yang efektif untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan kepedulian sosial siswa. Kurikulum merdeka memberikan ruang bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi potensi lokal, mengatasi tantangan dengan solusi inovatif, serta menciptakan karya seni yang bermakna dan berdampak positif di lingkungan sekitar.