Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 1 MI

Modul Ajar: Sarana Penjelajahan yang Menarik dan Menantang

Modul ajar KBC Fikih kelas 1 MI merupakan penerapan langsung dari ATP yang dipenuhi dengan aktivitas yang berdasarkan kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam. Modul ajar KBC Fikih kelas 1 dengan tema “Aku Suka Berdoa” misalnya, bisa mencakup:

  • Pemantik: Guru menceritakan kisah Nabi Yunus yang berdoa di dalam perut ikan dengan cara yang menarik.
  • Pertanyaan Pemantik (Provokasi Deep Learning): “Kenapa Nabi Yunus tidak menyerah? Bagaimana perasaan kita saat meminta sesuatu kepada Ayah atau Ibu? Apakah Allah lebih mencintai kita dibandingkan orang tua kita?”
  • Aktivitas Inti:
    • Kolaboratif: Dalam pasangan, siswa meniru dan saling memperbaiki gerakan serta bacaan doa sebelum makan.
    • Kreatif: Membuat kartu “Terima Kasih Allah” dengan gambar makanan kesukaan dan menuliskan (atau menempelkan huruf) bacaan “Allahumma bariklana…”.
    • Reflektif: Duduk melingkar, berbagi kisah tentang “Doaku yang Dikabulkan” (misalnya: menginginkan mainan, kemudian diberi; ingin cepat sembuh, lalu sembuh).
  • Penguatan: Guru menekankan bahwa doa merupakan bentuk cinta dan kepercayaan kita kepada Allah yang Maha Mendengar.

Modul ajar KBC Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah dibuat dengan beragam metode (cerita, lagu, permainan, praktik, diskusi) untuk memenuhi berbagai gaya belajar dan menghadirkan pengalaman belajar yang mengesankan (pengalaman mendalam).

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Penilaian yang Mendorong

KKTP dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah ini beralih dari sekadar angka menjadi deskripsi kualitatif yang positif dan konstruktif. KKTP mengevaluasi sejauh mana tujuan dalam ATP telah tercapai, dengan menekankan proses dan pemahaman.

  • Contoh KKTP untuk Tujuan Pembelajaran “Siswa mampu mempraktikkan gerakan shalat dengan tertib secara bersama”:
    • Belum Terlihat (Emerging): Masih memerlukan bantuan fisik sepenuhnya untuk setiap gerakan, konsentrasi mudah teralihkan.
    • Mulai Terlihat (Developing): Mampu meniru sebagian besar gerakan dengan panduan visual (guru/gambar) dan menunjukkan usaha untuk mengikuti urutan.
    • Tercapai (Achieved): Mampu melakukan urutan gerakan shalat (berdiri, rukuk, sujud, duduk) secara mandiri dan teratur dalam kelompok.
    • Melampaui (Exceeding): Mampu mengingatkan teman-teman yang melakukan gerakan secara keliru, atau menjelaskan dengan kata-katanya sendiri bahwa shalat adalah “berkomunikasi dengan Allah”.

Asesmen ini bersifat formatif dan memberikan umpan balik yang spesifik untuk perkembangan siswa, bukan untuk memberi label. Guru menggunakan catatan anekdot, observasi, dan portofolio sederhana (hasil karya siswa) sebagai alat penilaian.

Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 1 MI klik disini

Kesimpulan

Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah yang dihubungkan dengan pendekatan deep learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan sebuah usaha untuk menciptakan generasi muslim yang patuh dan mengerti tentang ibadah. Semua perangkat ajar KBC kelas 1 harus sejalan dengan prinsip ini. Tujuan dari pelajaran Fikih adalah untuk mengembangkan rasa cinta yang kuat terhadap agama, melalui pemahaman yang mendalam dan tindakan yang berlandaskan kasih sayang.

You might also like
KKTP Bahasa Arab Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

KKTP Bahasa Arab Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Al-Qur’an Hadis Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Al-Qur’an Hadis Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 1 MI Fase A Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 1 MI Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Fikih Kelas 1 MI Fase A Kurikulum Merdeka

Promes Fikih Kelas 1 MI Fase A Kurikulum Merdeka