Di pusat pelaksanaan kurikulum merdeka, khususnya dalam pelajaran Matematika kelas 10 SMA/MA fase E, terdapat dokumen perencanaan yang sangat penting: Program Semester (Promes). Promes kurikulum merdeka bukan hanya sekadar catatan administratif untuk guru, tetapi juga merupakan panduan strategis yang memandu seluruh kegiatan pembelajaran selama satu semester, sehingga memastikan pembelajaran dilakukan secara terstruktur, bermakna, dan bisa memenuhi tujuan yang ditetapkan.

Program Semester (Promes) adalah dokumen yang disusun oleh guru untuk periode satu semester. Dokumen ini menjelaskan jalur pembelajaran yang mencakup materi, tujuan, waktu alokasi, dan metode penilaian. Peran Promes kurikulum merdeka mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.
Dulu, perencanaan pembelajaran cenderung kaku dan berfokus pada penyampaian materi, sedangkan Promes kurikulum merdeka lebih menitikberatkan pada:
Sehingga, Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka berfungsi sebagai penghubung antara capaian pembelajaran yang ditetapkan pemerintah dan kegiatan belajar sehari-hari di kelas.
Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka yang efektif dan lengkap umumnya mencakup beberapa elemen berikut:
Ini mencakup nama lembaga pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, tahun ajaran, dan jumlah jam pelajaran setiap minggunya.
Rincian tentang jumlah pertemuan yang ditanggung untuk setiap topik atau subtopik. Hal ini membantu guru dalam mengelola waktu supaya seluruh materi dapat tercakup tanpa terburu-buru.
Ini merupakan inti dari Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E umumnya dibagi menjadi beberapa topik besar yang saling berkaitan:
Setiap materi didefinisikan dalam tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dan praktis. Tujuan ini disusun dari capaian pembelajaran (CP) menjadi tujuan pembelajaran (TP). Contoh: “Setelah belajar tentang barisan aritmetika, siswa dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan pencarian suku ke-n atau jumlah n suku pertama.”
Bagian ini menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan belajar dan bagaimana pemahaman siswa akan dievaluasi. Kurikulum merdeka mengajak variasi dalam kedua aspek tersebut.
Mari kita lihat bagaimana sebuah Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka bisa mengatur pembelajaran untuk topik Eksponen selama 8 jam pelajaran (masing-masing 45 menit):
Kegiatan belajar dimulai dengan masalah kontekstual, contohnya pertumbuhan bakteri yang membelah setiap jam. Siswa diminta untuk menemukan pola serta merumuskan bentuk eksponensialnya. Sifat-sifat eksponen (perkalian, pembagian, pangkat) dijelaskan melalui eksplorasi pola ini, bukan diberikan dalam bentuk daftar yang harus dihafal.
Berbagai latihan diberikan, mulai dari yang mudah hingga yang lebih sulit. Asesmen formatif bisa dilakukan melalui kuis daring interaktif atau lembar kerja individu.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah seperti menghitung bunga majemuk, peluruhan zat radioaktif, atau intensitas cahaya. Di sini, fokusnya adalah pada penalaran dan komunikasi ide.
Siswa diminta menggunakan spreadsheet atau kalkulator grafik untuk mengilustrasikan grafik fungsi eksponensial. Kegiatan diakhiri dengan ulangan harian untuk mengukur pemahaman secara menyeluruh.
Menyusun Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E yang sesuai dengan semangat kurikulum merdeka memiliki beberapa tantangan. Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh guru antara lain:
Strategi untuk mengatasi tantangan tersebut:
Download Promes Matematika kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya disini
Promes Matematika kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka berfungsi sebagai dasar untuk kegiatan pembelajaran yang terfokus pada siswa. Sebuah Promes kelas 10 yang dibuat dengan baik akan membantu guru dalam menciptakan momen belajar di mana matematika tidak dilihat sebagai sekumpulan rumus yang menakutkan, tetapi sebagai bahasa yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah, berpikir logis, dan memahami lingkungan sekitar kita. Dengan tekad untuk menyusun dan melaksanakan Promes kurikulum merdeka dengan maksimal, guru Matematika bisa benar-benar mewujudkan konsep merdeka belajar, yaitu situasi di mana guru dan siswa mempunyai kebebasan untuk menjelajahi, berinovasi, dan berkembang bersama dalam keajaiban dunia matematika.