Program Semester (Promes) merupakan dokumen yang sangat berarti bagi pengajar. Dokumen tersebut berfungsi untuk mengarahkan seluruh aktivitas pembelajaran. Pengajar Seni Rupa kelas 12 SMA/MA sangat membutuhkannya. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan yang tinggi. Fase F menandakan pencapaian akhir di tingkat SMA/MA.

Oleh karena itu, perencanaan yang baik menjadi hal yang sangat penting. Promes kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk. Petunjuk ini mengarahkan aktivitas selama periode enam bulan. Tanpa petunjuk tersebut, pembelajaran bisa kehilangan fokus. Maka dari itu, pengajar harus membuatnya dengan teliti.
Langkah pertama dalam membuat Program Semester adalah melakukan analisis terhadap CP. CP adalah Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah. CP Seni Rupa kelas 12 fase F sudah ditentukan. Pengajar harus membaca dan memahami ini dengan seksama. Kemudian, pengajar merinci CP menjadi TP. TP adalah tujuan pembelajaran yang lebih konkrit. Selanjutnya, TP diuraikan menjadi ATP. ATP merupakan alur tujuan pembelajaran.
Urutan tersebut menjadi pondasi Promes Seni Rupa kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka. Pengajar menetapkan jumlah jam untuk tiap TP. Biasanya, satu JP berlangsung selama 45 menit. Dalam satu semester, terdapat sekitar 18-20 minggu. Jumlah jam efektif bisa mencapai sekitar 72 JP. Angka tersebut mungkin berbeda untuk setiap sekolah. Namun, rata-rata mendekati angka tersebut. Pengajar membagi 72 JP menjadi beberapa bab. Bab pertama mungkin tentang dasar kritik seni. Selanjutnya, bab kedua mengenai eksplorasi medium yang baru. Kemudian, bab ketiga berfokus pada seni kontemporer. Terakhir, bab keempat tentang proyek pameran. Pembagian tersebut perlu dilakukan dengan proporsional dan realistis.
Komponen utama dalam Promes Seni Rupa kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka adalah identitas sekolah. Identitas tersebut mencakup nama sekolah (SMA/MA) dan kelas (XII). Selain itu, harus mencantumkan semester dan tahun ajaran. Juga, nama guru yang membuat harus dituliskan. Setelah identitas, dilanjutkan dengan tabel utama. Tabel ini mencatat minggu ke berapa dalam semester. Lalu, terdapat materi inti dan sub-materi. Kemudian, indikator pencapaian juga harus dicantumkan. Indikator ini merupakan hasil turunan dari TP.
Selanjutnya, alokasi waktu untuk tiap topik harus dinyatakan. Terakhir, terdapat kolom untuk keterangan tambahan. Misalnya, mencakup minggu asesmen tengah semester. Atau minggu untuk libur nasional. Proses ini dilakukan setiap semester. Hasilnya, Promes kelas 12 menjadi dokumen yang tepat.
Strategi dalam membuat Program Semester yang efektif patut diperhatikan. Pertama, gunakan kalender akademik sebagai petunjuk. Tandai hari libur dan juga ujian sekolah. Kedua, buat tema besar untuk setiap bulan. Tema tersebut akan memudahkan keselarasan materi. Ketiga, sediakan waktu cadangan. Waktu cadangan ini bisa untuk review atau remedial. Keempat, libatkan murid dalam proses perencanaan. Tanyakan mengenai minat mereka pada topik tertentu. Ketertarikan murid bisa meningkatkan semangat belajar.
Kelima, lakukan koordinasi dengan guru di mata pelajaran lain. Misalnya, kolaborasi dengan guru sejarah. Seni rupa dan sejarah mempunyai hubungan yang erat. Kolaborasi tersebut akan menghasilkan proyek antar disiplin. Keenam, manfaatkan teknologi untuk dokumentasi. Promes Seni Rupa kelas 12 fase F kurikulum merdeka bisa disimpan dalam bentuk digital. Semua strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan kualitasnya.
Tantangan dalam pelaksanaan Promes Seni Rupa kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka sering kali muncul. Contohnya, murid mempunyai kemampuan yang bervariasi. Ada yang sangat terampil dalam menggambar. Di sisi lain, ada juga yang masih dalam tahap belajar. Guru perlu menyediakan variasi dalam pengajaran. Variasi ini mencakup konten, proses, dan produk. Dokumen ini harus menunjukkan strategi tersebut. Guru perlu mencantumkan beberapa pilihan aktivitas. Murid berbakat bisa mendapatkan tantangan tambahan. Murid yang membutuhkan waktu lebih lambat memerlukan bimbingan.
Selain itu, ketersediaan bahan sering menjadi masalah. Bahan seni rupa kadang-kadang mahal dan sulit ditemukan. Guru bisa menggantinya dengan bahan lain. Misalnya, memanfaatkan kopi untuk cat warna. Atau, menggunakan daun kering untuk kolase. Kreativitas guru bisa mengatasi kendala tersebut. Promes kelas 12 perlu bersifat fleksibel dalam situasi ini. Jangan terlalu terikat pada rencana awal.