Pendidikan agama Islam, terutama dalam pengajaran Al-Qur’an Hadis, memainkan peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Saat memasuki kelas 7 MTs, para siswa berada pada fase kunci transisi dari sekolah dasar menuju lingkungan belajar yang lebih rumit. Di sinilah Program Tahunan (Prota) untuk mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs berfungsi sebagai panduan yang sangat penting, khususnya dalam pelaksanaan kurikulum merdeka pada fase D. Prota kurikulum merdeka bukan hanya dokumen administrasi, melainkan rencana strategis yang mengarahkan proses penginternalisasian nilai-nilai ilahi, peningkatan literasi Al-Qur’an dan Hadis, serta pembentukan akhlak yang mulia.

Kurikulum merdeka menghadirkan pendekatan baru dengan penekanan pada pembelajaran yang mendalam, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Susunan kurikulum ini dibagi menjadi beberapa fase, di mana Fase D ditujukan untuk siswa kelas 7, 8, dan 9 di MTs/SMP. Ciri utama fase ini adalah penguatan konsep dasar serta persiapan untuk berpikir kritis dan analitis.
Dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah, fase D menekankan pada:
Program Tahunan (Prota) untuk mata pelajaran ini dalam kurikulum merdeka perlu dibuat dengan memperhatikan karakteristik fase ini, serta perkembangan psikologis dan sosial siswa kelas 7 MTs yang sedang mencari identitas diri mereka.
Sebuah Prota Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka yang menyeluruh setidaknya mencakup komponen berikut:
Prota kelas 7 dimulai dengan mendiagnosis kemampuan dasar siswa. asesmen awal mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an (tajwid dan kelancaran), hafalan surat-surat pendek, dan pemahaman dasar mengenai hadis Nabi. Data ini menjadi fondasi untuk menentukan titik awal yang sesuai dalam aktivitas pembelajaran, mengakomodasi beragam latar belakang pendidikan agama siswa (MI/SD umum).
Prota kurikulum merdeka merinci CP fase D menjadi tujuan yang bisa diukur untuk satu tahun. Contoh dari CP fase D untuk Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs, misalnya: “Siswa dapat membaca Al-Qur’an dengan menerapkan dasar-dasar tajwid, memahami makna dan nilai moral dari surat-surat pendek yang dipilih dan hadis-hadis tentang akhlak, serta menerapkannya dalam interaksi sosial”. Dari CP ini, dirumuskan TP tahunan yang lebih spesifik.
Ini adalah inti dari Prota Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka. Materi dibagi per semester dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan kepentingannya. Alokasi waktu disesuaikan dengan jumlah jam pelajaran yang efektif. Berikut adalah contoh pemetaan yang sederhana:
Prota kurikulum merdeka harus mengajak aktivitas pembelajaran yang bervariasi.
Setiap bab dalam Prota kelas 7 harus menunjukkan hubungan jelas antara materi yang diajarkan dengan dimensi profil lulusan. Sebagai contoh, pembelajaran surah Al-Ashr memperkuat profil Penalaran Kritis (memikirkan penggunaan waktu) dan Kewargaan (waktu sebagai kesempatan untuk berbuat baik). Diskusi tentang hadis kejujuran memperkuat profil Keimanan, Ketakwaan, dan Berakhlak Mulia.
Pelaksanaan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka memerlukan kolaborasi yang harmonis. Guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator, bukan hanya sebagai pengajar. Lingkungan sekolah perlu mendukung melalui program pembiasaan (membaca Asmaul Husna, tadarus sebelum pelajaran). Perpustakaan juga harus menyediakan referensi yang ramah untuk siswa.
Tantangan utama terdiri dari:
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah fase D kurikulum merdeka sejatinya bertujuan secara sistematis untuk menghubungkan antara ilmu (pengetahuan mengenai Al-Qur’an dan Hadis) dengan amal (penerapan dalam kehidupan sehari-hari). Program Tahunan (Prota) berfungsi sebagai panduan yang memastikan pembelajaran tidak hanya terbatas pada hafalan teks, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang nyata.
Download Prota Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Dengan rancangan Prota kurikulum merdeka yang cermat, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an Hadis bisa menjadi semangat yang menggerakkan semua aktivitas akademik dan sosial di madrasah. Siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah tidak hanya mengenal Al-Qur’an dan Hadis sebagai bahan studi, tetapi menjadikannya sebagai sumber motivasi, pedoman moral, dan penyejuk jiwa dalam menghadapi masa remaja yang penuh tantangan. Akhirnya, Prota kelas 7 yang berhasil akan menciptakan generasi yang tidak hanya memahami isi Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga mencintai serta berusaha mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, merealisasikan Dimensi Profil Lulusan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Ini merupakan inti dari pendidikan agama Islam dalam rangka kurikulum merdeka: bebas dalam berpikir, terikat dalam nilai-nilai ilahi.