Di tengah berbagai kebebasan guru untuk membuat perangkar ajar kurikulum merdeka, sangat penting mempunyai sebuah peta yang jelas untuk memastikan bahwa aktivitas belajar tetap fokus, terukur, dan mencapai hasil yang diinginkan. Di sinilah pentingnya dokumen perangkar ajar kurikulum merdeka, salah satunya adalah Program Tahunan (Prota).

Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 5 Sekolah Dasar (SD) pada fase C, Prota kurikulum merdeka bukan sekadar dokumen administratif. Ini merupakan landasan strategis yang membimbing guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menciptakan karakter yang baik, serta memadukan pemahaman agama dengan kehidupan sehari-hari murid yang berada dalam tahap perkembangan kognitif dan sosial-emosional yang khas.
Program Tahunan (Prota) adalah rencana yang menentukan alokasi waktu dalam satu tahun untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Prota kurikulum merdeka menjadi petunjuk penting bagi pengembangan perangkat ajar lainnya, seperti Program Semester, Modul Ajar, dan kriteria penilaian.
Prota kurikulum merdeka berfungsi lebih strategis. Ia tidak hanya membagi waktu, tetapi juga membantu memetakan Capaian Pembelajaran (CP), yang adalah kompetensi yang harus dicapai siswa di akhir fase. Untuk fase C, CP ditetapkan untuk dua tahun, sehingga Prota kelas 5 harus mendukung pencapaian CP di akhir kelas 6.
Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik diatur dalam Prota kelas 5, yang mengorganisir TP ke dalam urutan logis. Guru perlu memilih konten esensial yang diperlukan untuk mencapai TP, sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka yang menekankan materi mendalam. Prota PAI dan Budi Pekerti kelas 5 SD juga harus dibuat untuk mengintegrasikan dimensi profil lulusan, termasuk nilai-nilai seperti Keimanan, Kewargaan, dan Kreativitas.
Prota PAI dan Budi Pekerti kelas 5 fase C kurikulum merdeka yang efektif umumnya berisi komponen-komponen berikut:
Membuat Prota PAI dan Budi Pekerti kelas 5 fase C kurikulum merdeka bukanlah sekadar menyalin dari tahun sebelumnya. Ini memerlukan analisis dan perencanaan yang serius. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang bisa diambil:
Langkah pertama adalah memahami secara mendalam rumusan CP PAI dan Budi Pekerti kelas 5 fase C. CP biasanya mencakup enam elemen: Al-Qur’an Hadis, Aqidah, Akhlak, Fikih, dan Sejarah Peradaban Islam. Guru perlu menentukan kompetensi apa yang harus dikuasai murid setelah menyelesaikan fase ini.
Berdasarkan CP fase C, guru kemudian merumuskan TP yang akan menjadi target di kelas 5. Proses ini memerlukan pertimbangan yang matang. Tidak semua CP perlu dicapai sepenuhnya di kelas 5, karena CP adalah target akhir untuk fase tersebut. Contohnya:
Setelah mengumpulkan tujuan pembelajaran (TP) kelas 5, atur dalam sebuah urutan yang rasional. Sebagai contoh, sebelum membicarakan hikmah zakat (Fikih), sebaiknya murid sudah mendapatkan pemahaman tentang kepedulian sosial (Akhlak) yang mungkin diperkenalkan lebih awal. Urutan tersebut juga harus memperhatikan kalender pendidikan, seperti menyelaraskan materi puasa dengan bulan Ramadhan atau materi tentang kurban dengan bulan Zulhijah.
Hitung berapa banyak minggu efektif dalam satu tahun ajaran. Kurangi dengan minggu yang tidak efektif seperti ujian, libur semester, dan hari libur nasional. Hitung total jam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam setahun (misalnya: 3 JP/minggu x minggu efektif). Guru mengalokasikan waktu tersebut ke dalam masing-masing TP berdasarkan estimasi yang dibutuhkan.