BerandaKelas 2Prota PJOK Kelas 2 SD/MI Fase A Kurikulum Merdeka
Prota PJOK Kelas 2 SD/MI Fase A Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Program Tahunan (Prota) adalah dokumen perencanaan strategis yang berfungsi sebagai landasan untuk para guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran selama setahun ajaran. Prota kurikulum merdeka semakin ditekankan untuk memberikan keleluasaan dan relevansi, supaya sesuai dengan kebutuhan siswa serta konteks sekolah. Penyusunan Prota PJOK kelas 2 SD/MI fase A yang tepat menjadi sangat penting supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Komponen Penyusunan Prota PJOK Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
A. Capaian Pembelajaran (CP) Fase A
Merujuk pada CP fase A PJOK kelas 2 SD/MI dari kurikulum merdeka. Contoh Singkat:
“Siswa mampu melakukan gerakan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai bentuk permainan sederhana atau tradisional dengan kontrol yang baik. Menunjukkan keterampilan dasar bertahan (misalnya: mendarat, berguling, menjauhi objek berbahaya, keseimbangan statis/dinamis yang sederhana). Memahami pentingnya aktivitas fisik, istirahat, dan pola makan sehat. Mengetahui cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan.”
B. Tujuan Pembelajaran (TP)
Menguraikan CP menjadi tujuan pembelajaran per Semester/Bab/Unit. TP adalah sasaran spesifik yang ingin dicapai siswa dalam satu unit pembelajaran.
Contoh TP kelas 2 SD/MI:
Siswa dapat melakukan variasi gerakan lokomotor (berlari, melompat, meloncat) dalam permainan dengan baik.
Siswa bisa melakukan gerakan menangkap dan melempar bola kecil dengan teknik yang tepat.
Siswa dapat melakukan keseimbangan statis (berdiri dengan satu kaki) dan dinamis (berjalan di garis lurus) selama waktu tertentu.
Siswa mengetahui pentingnya mengonsumsi air putih dan makanan bergizi sebelum atau setelah beraktivitas fisik.
C. Materi Pokok/Pembelajaran
Daftar materi utama yang mendukung pencapaian TP. Contoh materi PJOK kelas 2 SD/MI:
Gerakan Dasar Lokomotor: Berlari, Melompat, Meloncat, Berjalan Variasi.
Gerakan Dasar Manipulatif: Melempar, Menangkap, Menggiring (dengan tangan/kaki sederhana), Memukul (menggunakan alat sederhana).
Gerakan Dasar Non-Lokomotor: Menekuk, Mengayun, Memutar, Meregang.
Keterampilan Bertahan: Keseimbangan Statis (berdiri dengan satu kaki, bentuk pesawat), Keseimbangan Dinamis (berjalan di garis atau papan titian), Mendarat dengan benar, Berguling sederhana (depan atau samping).
Permainan Sederhana/Tradisional: Gobak Sodor, Engklek, Benteng-bentengan modifikasi, Permainan bola kecil sederhana.
Kesehatan: Manfaat aktivitas fisik, kebersihan diri (mandi, cuci tangan), istirahat yang cukup, makanan bergizi seimbang, minum air putih.
D. Alokasi Waktu
Per Semester: Total JP yang dialokasikan untuk PJOK di semester tersebut (contoh: 35 JP).
Per Materi/Bab/Unit: Perkiraan waktu yang disediakan untuk setiap materi utama atau unit pembelajaran selama setahun. Bersifat fleksibel.
Contoh Pembagian Per Unit (Estimasi):
Unit 1: Gerakan Lokomotor (12 JP)
Unit 2: Gerakan Nonlokomotor (15 JP)
Unit 3: Gerakan Manipulatif (10 JP)
Unit 4: Gerak Dominan Senam (8 JP)
Unit 5: Ujian dan Permainan Tradisional (10 JP)
Ulangan/Proyek/Portofolio (5 JP)
E. Pengaturan Waktu (Kalender Pendidikan)
Pembagian alokasi waktu per materi/unit ke dalam minggu-minggu efektif selama satu tahun ajaran.
Memperhatikan hari libur, ujian, dan kegiatan sekolah.
Biasanya disajikan dalam format Tabel (Minggu Ke-/Bulan/Materi Pokok/Alokasi JP).
F. Strategi Pembelajaran (Pendekatan)
Pendekatan Bermain (Play Based Learning): Aktivitas dirancang dengan cara yang mirip permainan.
Berpusat pada Siswa: Memberikan kesempatan untuk eksplorasi dan praktik langsung.
Inklusif: Menyesuaikan aktivitas untuk berbagai kemampuan siswa.
Kontekstual: Menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan permainan tradisional.
Kolaboratif: Banyak aktivitas dalam kelompok kecil.
Bentuk: Observasi, Praktik, Dokumentasi Karya (foto/video), Catatan Pengalaman, Kuis Singkat (berhubungan dengan kesehatan), Proyek Sederhana (contohnya, membuat poster mini tentang kesehatan).
Fokus: Proses (perkembangan keterampilan, sikap kerjasama, sportivitas) dan Hasil (penguasaan gerakan dasar sesuai dengan kriteria).
Strategi Pelaksanaan Prota PJOK Kelas 2
Integrasi dengan Mata Pelajaran Lain
Untuk menjadikan Prota PJOK kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka lebih terintegrasi, sangat penting untuk menghubungkannya dengan pelajaran lain. Misalnya, ketika membahas “Kebugaran Pagi”, guru PJOK bisa bekerja sama dengan guru IPA untuk membahas manfaat olahraga bagi tubuh, atau dengan guru Bahasa Indonesia untuk meminta siswa menuliskan pengalaman mereka saat senam pagi. Pendekatan tematik seperti ini membantu siswa melihat hubungan yang relevan antara olahraga, ilmu pengetahuan, dan keterampilan berbahasa, sehingga membuat pembelajaran lebih berarti.
Penggunaan Media dan Sumber Belajar
Pemilihan media yang beragam dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:
Video Demonstrasi: Menampilkan video singkat tentang teknik berlari, melompat, atau melempar yang mudah diikuti.
Alat Peraga Sederhana: Menggunakan bola karet, piramid plastik, atau tali sebagai rintangan untuk mengajarkan gerakan dasar.
Lingkungan Sekolah: Memanfaatkan area terbuka untuk permainan kelompok atau lintasan kecil untuk perlombaan lari.
Platform Digital Sederhana: Aplikasi interaktif berbasis tablet atau HP, misalnya, kuis gerakan atau simulasi, bisa membantu siswa merenungkan gerakan mereka.