Mengacu pada CP, buatlah TP yang jelas dan terukur. TP tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam unit-unit atau bab-bab besar untuk pengajaran. Nama unit bisa mempunyai tema utama, seperti “Memahami Unsur dan Prinsip Seni Rupa”, “Eksplorasi Seni Gambar”, “Membuat Karya Cetak Sederhana”, atau “Apresiasi Seni Rupa Nusantara”. Pastikan urutan unit mengikuti logika yang baik (dari yang sederhana ke yang sulit, dari yang konkret ke yang abstrak) serta mencakup semua elemen dalam CP.
Distribusikan total JP yang telah dihitung (misal: 96 JP) ke setiap unit atau kelompok TP. Berapa banyak JP yang diperlukan untuk memperkenalkan konsep, melakukan eksplorasi, praktik mencipta, presentasi, dan refleksi di tiap unit? Alokasi tersebut harus seimbang dengan kedalaman materi dan kompleksitas TP yang ingin dicapai.
Tentukan unit mana yang akan diajarkan di semester ganjil dan mana yang di semester genap. Pastikan beban pelajaran seimbang. Biasanya, semester ganjil difokuskan pada unit-unit pengenalan dan eksplorasi dasar, sedangkan semester genap diarahkan pada unit-unit yang lebih rumit atau proyek akhir.
Download Prota Seni Rupa kelas 7 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Membuat Prota Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka merupakan langkah awal yang penting supaya aktivitas pembelajaran efektif, terarah, dan menyenangkan. Prota kelas 7 bukan dokumen yang kaku, melainkan rencana yang bisa disesuaikan dengan dinamika kelas dan kebutuhan murid. Dengan Prota kurikulum merdeka yang baik, guru akan mempunyai pola waktu dan visi yang jelas mengenai kompetensi yang akan dibentuk pada murid. Akhirnya, perencanaan yang matang akan menghasilkan pengalaman belajar yang berarti, di mana murid tidak hanya terampil dalam menggambar, tetapi juga berkembang menjadi individu yang kreatif, menghargai, dan berkarakter melalui seni rupa.