Di kelas 6 Sekolah Dasar (SD/MI), yang menandai akhir fase C, pembelajaran Seni Rupa mempunyai peranan yang sangat penting. Murid berada di saat-saat peralihan menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi, di mana kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerjasama menjadi semakin diperlukan.

Supaya semua capaian pembelajaran (CP) dalam fase C bisa dicapai secara maksimal, guru perlu sistem perencanaan yang jelas dan terstruktur. Di sinilah peran Program Semester (Promes) sangat diperlukan.
Program Semester (Promes) adalah dokumen yang merangkum apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Isinya adalah garis besar pelajaran atau materi yang akan diajarkan. Dokumen tersebut dibuat berdasarkan Program Tahunan (Prota) dan menjadi petunjuk utama untuk membuat Modul Ajar Kurikulum Merdeka yang lebih detail.
Promes kurikulum merdeka bukan sekadar daftar tema dan waktu yang harus diikuti secara kaku. Ini adalah dokumen yang bisa berubah-ubah, yang berarti:
Guru bisa memilih materi dan cara mengajar yang paling cocok dengan murid-muridnya. Dokumen ini tetap menjadi panduan, namun memberikan ruang untuk perubahan supaya sesuai dengan kebutuhan murid.
Semua aktivitas dalam dokumen tersebut harus mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) yang sudah ditentukan untuk fase C. CP tersebut adalah tujuan utama dari seluruh aktivitas belajar.
Promes kurikulum merdeka juga harus memperkuat dimensi profil lulusan. Misalnya, nilai kolaborasi bisa ditunjukkan dalam proyek seni bersama, kreativitas dalam membuat karya, atau menghargai seni dari berbagai daerah untuk menghargai keberagaman.
Fase C ditujukan untuk murid di kelas 5 dan 6 SD/MI. Pada usia ini, perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan fisik murid telah menunjukkan kemajuan yang nyata. Mereka mulai bisa berpikir secara abstrak, mempunyai pandangan yang lebih kritis, serta mampu bekerja dalam kelompok dengan aturan yang lebih kompleks.
Dampak dari karakteristik tersebut pada pembuatan Promes Seni Rupa kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka adalah:
Materi dan tugas dalam Seni Rupa kelas 6 SD/MI harus lebih menantang. Selain membuat karya dua dimensi, murid juga bisa diajak untuk membuat proyek (kokurikuler) seni tiga dimensi dengan berbagai bahan (seperti membuat patung dari bahan bekas, merancang model ruang mimpi).
Murid tidak hanya diajarkan “cara membuat,” tetapi juga mengajak mereka untuk memahami konsep di balik karya seni. Contohnya, mengapa lukisan tertentu menggunakan susunan warna tertentu? Bagaimana sebuah karya seni bisa menyampaikan pesan atau emosi tertentu? Ini sejalan dengan elemen “Menciptakan” dan “Merefleksikan” dalam CP fase C Seni Rupa kelas 6 SD/MI.
Aktivitas apresiasi seni tidak hanya sebatas “menyukai” atau “tidak menyukai”. Murid bisa diminta untuk menganalisis unsur-unsur seni rupa dalam suatu karya (garis, warna, tekstur, ruang), menghubungkannya dengan konteks sosial-budaya dari penciptanya, dan memberikan masukan yang konstruktif.
Kokurikuler atau proyek seni kolaboratif dengan skala besar menjadi sangat relevan. Misalnya, membuat mural di dinding sekolah dengan tema “Lingkungan Berkelanjutan” atau menyelenggarakan pameran seni kelas. Proyek semacam itu melatih keterampilan kerjasama, komunikasi, dan manajemen proyek.
Promes Seni Rupa kelas 6 fase C kurikulum merdeka yang baik setidaknya mencakup komponen-komponen berikut:
Download Promes Seni Rupa kelas 6 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Promes Seni Rupa kelas 6 SD/MI fase C kurikulum merdeka bukan sekadar administrasi pengajar. Ia merupakan inti dari perencanaan pembelajaran yang berfokus pada murid. Dengan Promes kurikulum merdeka yang direncanakan dengan baik, guru bisa membantu murid untuk tidak hanya menjadi pembuat karya seni yang mahir, tetapi juga individu yang peka, kreatif, reflektif, dan mempunyai karakter sesuai dengan dimensi profil lulusan. Promes kelas 6 yang baik adalah yang dinamis, fleksibel, dan selalu direnungkan untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang. Mari kita wujudkan pembelajaran Seni Rupa sebagai wadah ekspresi yang aman dan menyenangkan untuk generasi mendatang.