Dalam pelajaran Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D, kurikulum merdeka memberikan kesempatan besar untuk mengubah cara pandang dari sekadar menciptakan karya yang indah menjadi proses berpikir dan merasakan yang lebih dalam. Di sini, konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang diwujudkan melalui pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning berperan penting dalam mengembangkan potensi seni dan kemanusiaan siswa kelas 7 SMP/MTs fase D.

Sebelum menyusun modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 kurikulum merdeka , sangat penting untuk memahami asas yang mendasari pendekatan ini.
Dalam modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D, mindful learning berarti mendorong siswa untuk sepenuhnya terlibat dalam kegiatan berkarya. Ini berhubungan dengan kesadaran panca indera, bagaimana mereka memperhatikan perbedaan warna, merasakan tekstur material, mengamati ukuran bentuk, dan mendengarkan intuisi pribadi. Siswa diminta untuk mencoba tanpa rasa takut akan kegagalan, merenungkan setiap keputusan artistik, dan menyadari perasaan atau ide yang muncul selama proses mencipta. Pendekatan tersebut melatih konsentrasi, kesabaran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D seharusnya terhubung dengan kehidupan siswa. Meaningful learning terjadi ketika siswa menyadari hubungan antara pelajaran yang mereka terima di sekolah dengan identitas, lingkungan sosial, budaya, atau isu-isu yang dekat dengan pengalaman mereka. Sebagai contoh, modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 kurikulum merdeka bisa mengaitkan tugas menggambar pemandangan dengan kekayaan budaya setempat, masalah lingkungan di sekitar sekolah, atau ungkapan identitas remaja. Dengan cara tersebut, karya seni tidak lagi sekadar tugas sekolah, tetapi menjadi sarana untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan pesan.
Joyful learning bukan hanya tentang bersenang-senang tanpa tujuan. Kebahagiaan dalam kerangka Deep Learning datang dari rasa ingin tahu yang terpenuhi, tantangan yang berhasil dilalui, kebebasan dalam mengungkapkan diri, dan kebanggaan terhadap hasil karya yang diciptakan. Lingkungan kelas yang aman, positif, dan mendukung sangatlah penting. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memicu rasa ingin tahu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelajahi ide-ide mereka dengan semangat.
Ketiga pendekatan tersebut saling berhubungan. Proses berkarya yang bermakna akan mendorong keterlibatan penuh, yang akhirnya menghasilkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Berikut adalah contoh spesifik dari modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D dengan fokus pada elemen Bentuk dan Bidang, serta Tekstur, yang mengintegrasikan pendekatan tersebut.
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan mampu: