Setelah membuat KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka, guru mendesain aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran seharusnya berfokus pada pencapaian kriteria yang telah ditetapkan. Terapkan metode aktif seperti diskusi kelompok. Murid secara bergiliran membaca ayat. Rekan-rekan mereka mendengarkan dan memberikan tanggapan. Guru berkeliling untuk membantu murid dalam membaca. Selanjutnya, guru melaksanakan kuis lisan. Kuis tersebut digunakan untuk menilai pemahaman murid tentang makna hadis. Selain itu, guru juga memberikan tugas proyek sederhana. Contohnya, membuat poster yang menunjukkan penerapan hadis di sekolah. Proyek (kokurikuler) tersebut mengevaluasi aspek afektif dan psikomotorik murid. Keseluruhan aktivitas mengarah kepada indikator yang terdapat dalam KKTP kelas 7. Dengan cara ini, murid tidak akan terkejut saat penilaian dilakukan.
Selain itu, guru harus segera memberikan umpan balik. Umpan balik ini bertujuan untuk memberi tahu murid tentang posisi mereka. Contohnya, “Bacaanmu sudah baik, tapi perbaiki pengucapan huruf ‘ain’.” Umpan balik semacam ini membantu murid untuk meningkatkan kemampuan mereka. Pada akhirnya, semua murid diharapkan bisa mencapai minimal kategori “baik”. Namun, tidak masalah jika ada yang masih perlu diperbaiki. Guru hanya perlu memberikan pengajaran remedial. Remedial dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan. Misalnya, melalui bimbingan antar teman atau permainan kartu tajwid.
Menjelang akhir semester, guru melaksanakan asesmen sumatif. Asesmen tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian semua tujuan pembelajaran. Guru mengumpulkan bukti dari berbagai metode. Metodenya bisa meliputi tes tertulis, praktik membaca Al-Qur’an, dan portofolio hafalan. Kemudian, nilai yang diperoleh diolah menjadi deskripsi akhir. Deskripsi akhir tidak berbentuk rata-rata angka.
Guru mempertimbangkan capaian tertinggi yang konsisten dari murid. Misalnya, dari 10 tujuan pembelajaran, murid berhasil mencapai 8 kategori Sangat Baik dan 2 kategori Baik. Maka, deskripsi akhir yang diberikan adalah “Sangat Baik”. Namun, guru juga menyebutkan dua tujuan pembelajaran yang masih berada dalam kategori “Baik”. Dengan demikian, orang tua dan murid mendapatkan gambaran menyeluruh. Selanjutnya, guru mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang harus diperbaiki di semester mendatang.
Tantangan yang pertama adalah waktu yang diperlukan untuk persiapan. Membuat KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka yang detail memang memakan waktu. Solusinya, guru bisa bekerja sama dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Di sini mereka berbagi tugas dalam membuat Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran per bab.
Tantangan yang kedua adalah adanya murid yang masih terbiasa dengan penilaian angka. Beberapa murid masih bertanya tentang “nilai saya berapa?”. Solusinya, guru terus memberikan informasi mengenai manfaat deskripsi kualitatif. Guru juga menyediakan opsi konversi ke nilai angka untuk keperluan rapor. Meskipun demikian, konversi bukanlah fokus utama.
Tantangan ketiga adalah orang tua yang kurang memahami. Sekolah bisa menyelenggarakan pertemuan khusus. Pada pertemuan tersebut, pihak sekolah menjelaskan mengenai KKTP kurikulum merdeka. Setelah memahami, diharapkan orang tua akan memberikan dukungan penuh.
Download KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 7 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka merupakan alat penilaian yang lebih adil. Ia lebih mengedepankan kompetensi nyata murid. Guru perlu membuat kriteria deskripsi yang jelas. Kriteria tersebut mencakup membaca, menulis, menghafal, memahami, dan menerapkan. Guru juga harus konsisten dalam menggunakan KKTP kurikulum merdeka selama aktivitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah. Pada akhirnya, pencapaian murid akan menjadi maksimal. Mereka tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil. Selain itu, mereka juga mengimplementasikan hadis dalam kehidupan sehari-hari.