Untuk menciptakan modul ajar Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA fase E yang lebih efektif dan menarik, beberapa strategi berikut dapat diterapkan:
Pada kurikulum merdeka, pembelajaran seharusnya mendukung pengembangan Profil Pelajar Pancasila, yang meliputi:
Modul ajar SMA perlu menekankan pendekatan berbasis teks, sehingga sisw tidak hanya mempelajari teori bahasa, tetapi juga dapat mengaplikasikan keterampilan berbahasa melalui berbagai jenis teks.
Pembelajaran sebaiknya mendorong perkembangan HOTS dengan memberikan tugas yang menantang, misalnya:
Di era digital saat ini, modul ajar kelas 10 SMA/MA juga bisa memanfaatkan media pembelajaran seperti video, e-book, dan kuis interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Modul ajar Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka memiliki peranan penting dalam membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penataan modul ajar kurikulum merdeka harus memperhatikan struktur yang sistematis, pendekatan berbasis teks, serta integrasi teknologi digital agar aktivitas belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif.
Sebagai rekomendasi, para guru bisa melakukan penyesuaian modul ajar kelas 10 dengan Profil Pelajar Pancasila, menerapkan pembelajaran berbasis literasi, serta memanfaatkan media digital guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar Bahasa Indonesia.