Dua ide utama dalam pendidikan saat ini yang terintegrasi ke perangkat ajar kelas 12 adalah Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan Deep Learning. Kurikulum tersebut berlandaskan pada Panca Cinta, yang mencakup cinta Allah dan Rasulullah, sesama, ilmu, tanah air, dan lingkungan. Di sisi lain, Deep Learning menerapkan pembelajaran Mindful, Meaningful, dan Joyful.

Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) kelas 12 harus mencakup kedua konsep tersebut. Ini meliputi CP, ATP, Promes, Prota, Modul Ajar, dan KKTP. Semuanya dibuat tidak hanya untuk tujuan administratif, tetapi sebagai pedoman hidup yang membuat pengalaman belajar yang bermakna dan penuh cinta.
Sebelum menyusun perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) kelas 12, guru perlu mempunyai pemahaman yang sama mengenai dua pilar utama yang akan diintegrasikan.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mengajarkan Panca Cinta bagi pembentukan karakter murid. Cinta Allah Swt mendorong murid untuk menyadari kebesaran Ilahi dan menjadikan pengetahuan sebagai bagian dari ibadah. Cinta sesama mengajak pengembangan empati, kerja sama, toleransi, dan sosial yang baik. Cinta ilmu menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar seumur hidup. Cinta tanah air meminta murid untuk bangga terhadap budaya mereka dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Cinta lingkungan meningkatkan kesadaran mengenai ekologi dan tanggung jawab terhadap alam.
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan metode belajar yang mencakup perhatian penuh. Mindful Learning mengarahkan murid untuk terlibat secara fisik dan emosional. Meaningful Learning menghubungkan materi yang diajarkan dengan kehidupan nyata dan minat murid, sehingga mereka bisa memahami signifikansi dari pelajaran tersebut. Joyful Learning memastikan bahwa aktivitas belajar itu menyenangkan, dengan cara melihat kesalahan sebagai bagian dari aktivitas belajar, menggunakan metode yang interaktif dan kreatif.
Penggabungan kedua konsep ini berarti setiap kegiatan dalam perangkat ajar KBC kelas 12 harus dibuat supaya nilai-nilai Panca Cinta bisa dihayati secara penuh, bermakna, dan menyenangkan oleh murid.
Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membuat masing-masing komponen perangkat ajar KBC kelas 12.
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi yang ingin diraih, terutama di kelas 12 SMA/MA, yang menitikberatkan pada analisis, evaluasi, dan kreasi. Guru perlu memahami CP dari sudut pandang Panca Cinta. Sebagai contoh, CP dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia bisa mencakup analisis peristiwa sejarah beserta dampaknya di Indonesia dan dunia. Panca Cinta mencakup kecintaan kepada bangsa, sesama, dan ilmu yang diterapkan dalam analisis. Deep Learning menekankan cara belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah urutan logis dari Tujuan Pembelajaran (TP) yang mencakup aspek kognitif, keterampilan, dan sikap. Contoh TP di kelas 12 Biologi menunjukkan evaluasi dan perancangan produk yang berbasis bioteknologi, dengan fokus pada penguasaan ilmu dan cinta terhadap lingkungan. ATP tahun ini akan secara bertahap membangun pemahaman dan karakter murid.
Prota dan Promes merupakan strategi untuk merencanakan waktu belajar. Keduanya harus menciptakan kesempatan untuk proyek-proyek yang menggabungkan berbagai pelajaran, serta aktivitas yang berdasarkan Panca Cinta dan Deep Learning. Dalam Promes, alokasikan waktu untuk kegiatan seperti proyek yang mengaitkan tema dengan nilai panca cinta, seperti aktivitas mindful learning. Selain itu, sangat penting untuk merencanakan pembelajaran pada hari-hari besar keagamaan dan nasional dengan cara yang menghubungkan materi pelajaran dengan peringatan tersebut. Di samping itu, perlu ada waktu khusus untuk melakukan refleksi di akhir semester mengenai perkembangan pribadi dan rencana masa depan yang sesuai dengan kurikulum berbasis cinta.
Modul ajar KBC kelas 12 adalah dokumen yang paling praktis, yang terintegrasi antara Panca Cinta dan Deep Learning harus terlihat jelas.
KKTP tidak hanya menilai aspek kognitif saja. Dalam pembelajaran yang terintegrasi, KKTP perlu mencakup tiga dimensi:
Indikator sikap mencakup perilaku berdoa, membantu teman, semangat dalam belajar, menghargai budaya lokal, serta menjaga lingkungan. Metode penilaian sikap bisa menggunakan rubrik, jurnal observasi, atau penilaian diri. Fokus utamanya adalah perkembangan, bukan pencapaian instan. Contohnya, untuk sikap “cinta sesama,” KKTP bisa berupa peningkatan frekuensi dalam membantu teman saat melakukan kerja kelompok.
Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 12
Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 12
Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 12
Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 12
Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 12
Merancang perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) kelas 12 yang mengintegrasikan Panca Cinta dan pendekatan Deep Learning sangat krusial. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan peka terhadap lingkungan. Proses tersebut melibatkan analisis CP, pembuatan ATP, alokasi waktu dalam Prota-Promes, dan perancangan Modul Ajar yang memberi kesempatan untuk refleksi dan kesenangan. Dengan perangkat ajar KBC kelas 12 ini, aktivitas belajar menjadi wadah untuk pengembangan diri dan persiapan hidup yang berlandaskan cinta.