Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 8

Munculnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan ide inovatif, sebuah filosofi yang berlandaskan pada Panca Cinta: cinta Allah dan Rasulullah, cinta sesama manusia, cinta lingkungan, cinta tanah air, dan cinta ilmu. Namun, sebuah filosofi yang mulia tidak berarti banyak tanpa pelaksanaan perangkat ajar kelas 8 yang konkret di dalam kelas. Di sinilah pentingnya perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) yang digabungkan dengan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta Kelas 8

Perangkat ajar KBC kelas 8 seperti CP, ATP, Prota, Promes, Modul Ajar, dan KKTP berfungsi sebagai peta yang akan membimbing murid tidak hanya dalam penguasaan pengetahuan, tetapi juga dalam penanaman nilai-nilai. Lebih jauh, pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), pembelajaran kesadaran (mindful learning), dan pembelajaran yang menggembirakan (joyful learning) menjadi metode yang sesuai untuk menghidupkan nilai-nilai cinta tersebut.

Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning Kelas 8

1. Merumuskan Visi dalam Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi yang perlu dicapai oleh murid di setiap fase, termasuk fase D untuk kelas 8 SMP/MTs. CP meliputi aspek kognitif, keterampilan, dan sikap, yang harus terhubung dengan Panca Cinta. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, murid dapat diajarkan membuat teks naratif yang menggambarkan nilai cinta tanah air dan empati. Di IPA, murid bisa melakukan analisis terhadap ekosistem dan mengembangkan sikap mencintai lingkungan.

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang Kontekstual:

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dibuat secara sistematis untuk mendukung guru dan murid dalam mencapai visi secara bertahap dengan prinsip Deep Learning. Sebagai contoh, tujuan untuk tema “Melestarikan Lingkungan” di kelas 8 mencakup observasi lingkungan, analisis dampak pada masyarakat, perancangan proyek kreatif, dan presentasi hasil proyek disertai refleksi terhadap nilai-nilai cinta.

2. Menjabarkan Rencana dalam Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes)

Rencana Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes) mengatur alokasi waktu dan materi pokok. Prota kelas 8 bisa dibuat berdasarkan tema Panca Cinta, misalnya “Cinta kepada Diri Sendiri dan Sesama” di semester 1, serta “Cinta kepada Lingkungan dan Tanah Air” di semester 2. Promes menjelaskan minggu efektif dan alokasi waktu bagi setiap tujuan, menjamin pembelajaran mendalam yang melibatkan proyek, refleksi, dan tindakan nyata.

3. Menghidupkan Kelas melalui Modul Ajar KBC Kelas 8 dan Deep Learning

Modul ajar berfungsi sebagai implementasi utama dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC). Di sini, filosofi panca cinta dan pendekatan deep learning diubah menjadi aktivitas nyata. Sebuah modul ajar KBC kelas 8 yang ideal harus mencakup komponen berikut dengan pendekatan baru:

A. Informasi Umum dan Kompetensi Awal:

Selain mencantumkan identitas, guru perlu menggambarkan kompetensi awal, baik dari segi kognitif maupun afektif. Contohnya, “Sejauh mana murid mempunyai rasa empati terhadap teman yang berasal dari latar belakang berbeda?” atau “Bagaimana kesadaran murid tentang kebersihan lingkungan di sekitar mereka?”

B. Dimensi Profil Lulusan:

Tujuan ini sejalan dengan Panca Cinta. Modul ajar KBC kelas 8 harus dengan jelas merumuskan profil yang ingin dicapai, seperti: “Berakhlak mulia (cinta Tuhan dan sesama), Kewargaan (cinta tanah air dan menghargai perbedaan), dan Peduli lingkungan (cinta alam).”

C. Sarana dan Prasarana:

Deep Learning yang joyful dan meaningful memerlukan lingkungan yang mendukung. Sarana tidak perlu berteknologi tinggi. Lingkungan alam sekitar sekolah, ruang baca yang nyaman, atau musik instrumental yang menenangkan bisa dijadikan sarana untuk menciptakan suasana yang mindful.

D. Model Pembelajaran:

Tinggalkan metode pengajaran yang sifatnya satu arah. Alihkan ke pendekatan yang mendorong eksplorasi dan kerja sama, seperti Project-Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), atau Inquiry. Pendekatan tersebut secara alami mendukung deep learning.

Pages: 1 2
You might also like
Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 12

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 12

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 11

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 11

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 10

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 10

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 9

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 9

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 7

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 7

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 6

Perangkat Ajar KBC dan Deep Learning Kelas 6