Program Tahunan, yang sering dikenal sebagai Prota, adalah alat pembelajaran yang sangat penting dalam penerapan kurikulum merdeka. Prota Seni Rupa kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka membantu pengajar membuat pengalaman pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada hasil karya, tetapi juga pada proses eksplorasi, ekspresi, dan penghargaan terhadap seni.

Dengan demikian, pembuatan Prota kurikulum merdeka perlu dilakukan dengan teliti supaya bisa mendukung perkembangan kreativitas murid semaksimal mungkin.
Komponen pertama dalam Prota kurikulum merdeka adalah identitas. Bagian tersebut mencakup nama pelajaran (Seni Rupa), kelas (II), fase (A), dan tahun ajaran. Identitas tersebut sangat penting sebagai informasi dasar dalam dokumen tersebut.
ATP adalah serangkaian sasaran pembelajaran yang perlu dicapai oleh siswa. Dalam Prota kelas 2 SD/MI, ATP menjadi acuan utama dalam menetapkan materi ajar. Guru harus memastikan bahwa semua ATP diakomodasi dalam program tersebut.
Alokasi waktu menunjukkan jumlah jam yang dialokasikan untuk setiap materi pelajaran. Penentuan alokasi waktu harus mempertimbangkan tingkat kesulitan materi serta karakteristik siswa.
Prota Seni Rupa kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka dibagi menjadi dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap. Pembagian tersebut memudahkan guru dalam mengelola penyampaian materi secara seimbang.
Membuat Program Tahunan yang efektif bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk menghasilkan pembelajaran yang terarah, sistematis, dan bermakna. Guru harus menyadari bahwa dokumen tersebut merupakan dasar dari keseluruhan perangkat ajar kurikulum merdeka. Karena itu, proses pembuatannya harus dilakukan secara hati-hati, terorganisir, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Jika Prota kurikulum merdeka dibuat dengan baik, pembelajaran akan berjalan lebih efisien, dan tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan maksimal. Sebaliknya, kalau rencana yang dibuat sembarangan bisa menghambat guru dalam mengatur kelas.
Supaya Prota kurikulum merdeka bisa berfungsi dengan baik, guru harus menerapkan beberapa strategi yang efisien. Strategi tersebut tidak hanya membantu dalam pembuatan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa rencana pembelajaran bisa diterapkan secara efektif di dalam kelas.
Berikut ini adalah beberapa saran penting yang bisa membantu guru dalam membuat Prota Seni Rupa kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka yang efektif.
Setiap sekolah mempunyai karakteristik yang unik, mulai dari fasilitas, lingkungan belajar, hingga latar belakang murid. Oleh karena itu, guru tidak bisa membuat Prota Seni Rupa kelas 2 fase A kurikulum merdeka dengan pendekatan yang sama untuk semua. Dokumen tersebut harus disesuaikan dengan kondisi nyata yang ada di sekolah supaya bisa diterapkan secara efektif. Misalnya, jika sekolah mempunyai keterbatasan media untuk pembelajaran seni, maka guru perlu menyesuaikan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan yang terlalu rumit dan memerlukan alat khusus sebaiknya dihindari atau dimodifikasi supaya tetap sesuai.
Selain itu, guru juga harus memperhatikan tingkat kemampuan awal murid. Murid di kelas 2 SD/MI menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Ada yang sudah mahir menggambar, tetapi ada juga yang masih berada di tahap awal. Dengan memahami situasi tersebut, guru buat membuat rencana pembelajaran yang lebih realistis dan inklusif. Prota kelas 2 yang baik adalah yang mampu mengakomodasi semua murid, bukan hanya untuk yang mempunyai kemampuan unggul.
Di sisi lain, faktor sosial dan budaya juga penting untuk diperhatikan. Seni Rupa sangat terkait dengan budaya lokal. Guru bisa memasukkan elemen budaya dari daerah setempat dalam kegiatan pembelajaran supaya lebih sesua. Misalnya, murid bisa diarahkan untuk membuat karya seni yang terinspirasi dari lingkungan mereka. Pendekatan tersbut tidak hanya memantik kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya setempat.