Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk siswa kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka memerlukan pemahaman yang jelas mengenai standar pencapaian belajar melalui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

KKTP kurikulum merdeka ini bukan hanya referensi bagi guru dalam mengevaluasi kemajuan siswa, tetapi juga menjamin bahwa setiap kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah disusun secara terstruktur.
Penyusunan KKTP PJOK kelas 10 SMA/MA fase E dalam kurikulum merdeka memerlukan pemahaman mendalam tentang elemen-elemen dasar yang membentuk penilaian pembelajaran. Elemen-elemen tersebut disusun dengan mengikuti prinsip kurikulum yang menekankan pembelajaran yang bermakna, autentik, dan berfokus pada kompetensi.
KKTP PJOK kelas 10 harus bisa menjelaskan dengan jelas apa yang perlu dikuasai oleh siswa, cara menilai pencapaiannya, dan standar minimum yang harus dicapai untuk menyatakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai. Oleh karena itu, elemen penyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dipaparkan melalui beberapa aspek pokok, yaitu perumusan tujuannya, indikator pencapaian, teknik dan alat penilaian, rubrik penilaian, serta kriteria ketuntasan yang minimal. Semua komponen ini saling terkait dan berfungsi untuk memastikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan secara pedagogis.
Tujuan pembelajaran merupakan fondasi utama dalam penyusunan KKTP kelas 10 karena semua indikator, alat penilaian, dan kriteria penilaian disusun berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Dalam kurikulum merdeka, tujuan pembelajaran dirumuskan dari capaian pembelajaran (CP) fase E. TP menunjukkan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam periode tertentu.
Ciri-ciri TP dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas 10 SMA/MA fase E mencakup:
Contoh TP PJOK kelas 10 SMA/MA fase E:
Siswa dapat menunjukkan teknik dasar permainan bola voli dengan koordinasi gerak yang baik serta menerapkan prinsip kerja sama dan semangat sportivitas dalam bermain.
Indikator pencapaian merupakan rincian dari tujuan pembelajaran yang mendeskripsikan kemampuan spesifik yang harus ditunjukkan oleh siswa. Indikator ini bersifat lebih jelas dan konkret sehingga membantu guru dalam menentukan alat penilaian yang tepat.
Dalam PJOK kelas 10 SMA/MA fase E, indikator pencapaian dibagi dalam tiga ranah:
Menunjukkan pemahaman siswa tentang konsep olahraga, kebugaran, dan kesehatan. Contoh:
Menilai kemampuan siswa dalam melakukan teknik gerak dengan baik. Contoh:
Menilai perilaku siswa dalam hal kerja sama, sportivitas, disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan. Contoh:
Indikator-indikator tersebut menjadi acuan utama dalam asesmen harian, sumatif, dan observasi selama kegiatan praktik.
Teknik asesmen adalah berbagai jenis atau prosedur asesmen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Dalam pelajaran PJOK kelas 10 SMA/MA fase E, teknik asesmen bersifat variatif karena karakteristik pembelajarannya mencakup kegiatan fisik, pemahaman konsep, dan sikap.
Teknik asesmen yang sering diterapkan mencakup:
Digunakan untuk mengevaluasi keterampilan dalam kegiatan olahraga. Kelebihan dari metode ini adalah bisa menunjukkan kemampuan langsung siswa. Contoh:
Menilai sikap siswa selama kegiatan berlangsung. Alat yang dipakai bisa berupa lembar observasi, daftar periksa, atau catatan anekdot.
Mengukur pemahaman mengenai konsep dasar, teori permainan, peraturan, dan prinsip kesehatan. Bentuk soal bisa berupa pilihan ganda, esai singkat, atau uraian.
Digunakan untuk kegiatan yang memerlukan perencanaan, kerjasama tim, atau pendokumentasian kemajuan keterampilan. Contoh:
Metode penilaian harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran supaya hasilnya akurat dan dapat dipercaya.
Alat penilaian adalah perangkat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian siswa. Alat ini disusun berdasarkan indikator pencapaian. Dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), alat yang sering dipakai antara lain:
Lembar observasi keterampilan fisik
Alat penilaian harus memenuhi kriteria kualitas seperti validitas, objektivitas, penerapan yang mudah, serta konsistensi.